Thursday, 26 June 2014

Reformasi Pendidikan Dari Prabowo-Hatta


Masih pengen menulis tentang capres pilihan rakyat. Kemarin-kemarin saya sudah memposting visi dan misi Prabowo-Hatta di kompasiana dan blogdetik. Sekarang mau nyoba lagi bikin diblogspot..hehe.

Untuk membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta bermartabat, Prabowo Hatta membuat agenda, program untuk menyelamatkan Indonesia. Ditulis dalam agendanya, ada 9 program yang dibuat, yang saya pengen bahas kali ini adalah fokus tentang meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan melaksanakan reformasi pendidikan. 

Yang pertama, memperkuat karakter bangsa yang berkepribadian Pancasila, menjunjung tinggi sifat jujur, disiplin, patuh terhadap hukum, toleransi terhadap perbedaan suku agama dan ras, menghargai budaya bangsa melalui pendidikan Pancasila, kebangsaan dan budi pekerti.

Negara kita ini hampir kehilangan karakternya, yang tadinya berpedoman terhadap nilai-nilai pancasila, sekarang mulai terlupakan. Lihat saja, masa-masa capres seperti sekarangpun banyak masing-masing pendukung yang saling lempar cacian, bahkan hingga tawuran. Sikap saling menghargai sepertinya sudah tidak ada lagi. Semoga dengan terpilihnya Pak Prabowo menjadi Presiden Indonesia, bisa membawa kembali Indonesia yang berbudi pekerti tinggi dan berakhlak mulia.

Kedua, melakukan realokasi dan peningkatan efisiensi terhadap pos-pos belanja pendidikan dalam APBN yang dipandang tidak efektif dan atau boros.

Kalau dipikir-pikir wajar saja waktu debat capres ketiga kemarin, Pak Prabowo banyak sekali menyebutkan kata bocor, kebocoran anggaran yang merugikan negara. Dengan adanya agenda ini, sayapun berharap, Pak Prabowo bisa menjadi pioner untuk memulai pemberantasan korupsi, mengurangi kebocoran dan pemborosan.

Ketiga, Melaksanakan wajib belajar 12 tahun dengan biaya negara, menghapus pajak buku pelajaran, menghentikan penggantian buku pelajaran setiap tahun, dan mengembangkan pendidikan jarak jauh terutama untuk daerah yang sulit terjangkau dan miskin.

Saya setuju banget untuk menghentikan penggantian buku pelajaran setiap tahun, minimal kalau ingin mengganti itu 3 tahun sekali, karena menurut saya ini pemborosan dan membebani siswa yang kurang mampu untuk membeli buku.

Keempat, meningkatkan martabat dan kesejahteraan guru, dosen dan penyuluh. Menjadikan guru sebagai profesi terhormat, sejahtera dan bertanggung jawab, antara lain melalui: (a) pengiriman tunjangan profesi guru bersertifikat langsung ke rekening guru yang bersangkutan, (b) merekrut 800 ribu guru selama 5 tahun. (c) menaikkan tunjangan profesi guru menjadi rata-rata Rp. 4 juta per bulan. 

Alangkah bahagianya jika para guru sejahtera, tunjangan guru tida pernah telat datang, fasilitas sekolah juga mendukung para guru untuk melaksanakan tugasnya mendidik anak bangsa dengan segala aktivitas yang ada. Bayangkan ada guru-guru yang punya gajinya tak mencukupi kehidupan mereka, lalu para guru punya pekerjaan sampingan, seperti yang pernah kita dengar, guru menjadi pemulung untuk tambahan uang. Sedih, tapi kitapun nggak bisa berbuat banyak. Jadi, Pak Prabowo-Hatta, visi dan misi seperti ini yang akan saya dukung sepenuh hati, untuk kesejahteraan guru.

Kelima, Merevisi kurikulum nasional dengan memantapkan UUD 1945, memajukan karsa dan karya bangsa yang memiliki daya saing tinggi, memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjunjung kearifan lokal; dan mewajibkan kembali kurikulum matematika dan bahasa Inggris untuk sekolah dasar serta pendidikan anti korupsi.

Saya setuju untuk tidak menghapuskan tapi mewajibkan kurikulum matematik dan Bahasa Inggris di Sekolah Dasar, serta memberikan pendidikan anti korupsi. Anti korupsi, kedengarannya gampang tapi prakteknya sangat membingungkan. Karena korupsi disekitar kita itu sudah seperti makanan sehari-hari. Tapi saya yakin dengan kerja sama masyarakat Indonesia, korupsi sekecil apapun bisa kita hindari.

Keenam, memperbaiki secara masif kualitas dari fasilitas pendidikan di seluruh SD, SMP dan SMA serta pesantren/sekolah agamasederajat, melalui pengalokasian Dana Perbaikan Kualitas Fasilitas Pendidikan (DPKFP) rata-rata Rp.150 juta per sekolah; dan meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di universitas, baik negeri maupun swasta, dengan alokasi dana20 triliun selama 2015-201.

Sama seperti poin keempat, alangkah bahagia para pendidik, alangkah bahagia para pelajar, jika kualitas fasilitas pendidikan dinegara kita ini semua standar sekolahnya yang layak digunakan. Pak Prabowo, pendidikan ini penting sekali, anda begitu memikirkan sarana dan prasarana ini. Saya doakan dengan sepenuh hati dan berdoa anda tak mengingkari janji-janji anda, jika kelak anda terpilih jadi Presiden Indonesia.


Ketujuh, mengembangkan fasilitasi dan keadilan penyelenggaraan pendidikan melalui program menyediakan komputer di sekolah dasar dan menengah, sekolah kejuruan, sekolah agama dan pesantren, memberikan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan lulusan baru serta pencari kerja yang mengikuti pelatihan pada bidang dan lembaga tertentu yang direkomendasikan oleh negara, menyediakan fasilitas kredit bank untuk mahasiswa berprestasi, serta membangun jaringan internet gratis.

Sekarang itu serba komputer dan internet, bayangkan tahun 2014 ini, siswa baru diharuskan untuk ikut sistem pendaftaran online disemua sekolah diseluruh Indonesia. Hmm, mungkin nggak semua, hanya sekolah-sekolah yang sudah siap saja, mungkin, ya?  Dan program menyediakan komputer di sekolah dan membangun jaringan internet gratis ini, menurut saya sangat diperlukan untuk kemudahan dan kemajuan pendidikan di Indonesia.

Kedelapan, memberikan insentif kepada perusahaan/lembaga swasta yang menjalankan program magang bagi lulusan baru, dengan persetujuan dari pemerintah.

Kesembilan, mengembangkan sekolah-sekolah kejuruan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, maritim dan industri, termasuk Balai Latihan Kerja.

Itulah program pasangan Prabowo-Hatta dibidang pendidikan. Dengan adanya reformasi pendidikan seperti ini, saya rasa jika dijalankan dengan baik Indonesia, negara kita dengan banyak suku bangsa ini, dengan banyaknya anak-anak bangsa yang cerdas juga, jika difasilitasi dengan sarana yang mumpuni juga kenyamanan dalam belajar mengajar, pastinya akan menjadi negara yang bisa dijadikan contoh dalam hal pendidikan. Sayangnya karena terlalu banyaknya uang yang dikorupsi, pendidikan yang begitu penting jadi terabaikan. Mahalnya biaya pendidikan dan susahnya mengurus administrasi menjadi kendala juga untuk membentuk sumber daya manusia yang siap dengan kemajuan jaman. Masyarakat menjadi malas.

Jadi, program Prabowo-Hatta ini menurut saya sejalan dengan keinginan masyarakat luas. Sayapun mendukung itu. Maju terus Pak Prabowo, Selamatkan Indonesia kita tercinta ^^

Postingan ini diikut sertakan dikontes Aspirasi Untuk Prabowo Hatta

http://politik.kompasiana.com/2014/06/17/visi-misi-prabowo-hatta-untuk-kesehatan--662558.html
http://margeraye.blogdetik.com/2014/06/21/revolusi-putih-untuk-indonesia/

2 comments:

Tinggalkan Jejakmu