Tuesday, 11 November 2014

Sebelas Cinta

Dear..
Abah...
Aku tau, mungkin kau hanya bisa melihat dari 'atas' sana. Memandangku..memandang anak2mu dan memandang ibuku, istrimu yang kau cintai sampai akhir hidupmu.
Abah...

Abah perlu tau, cinta ibu begitu kuat kepadamu..lihatlah, ibu masih menjaga hatinya. Seakan kau baru saja pergi dari kehidupan kami. 
Abah...
Beberapa waktu lalu, ibu bercerita, tentang kisah kasih kalian berdua diwaktu muda, perjuangan cinta yang membuatku menahan meneteskan air mata. Cinta kalian begitu suci, dan hatimu yang begitu bersih.
Abah..Terima kasih karena dulu kau memilih ibu untuk menjadi ibu kami, seorang wanita yang kuat, sabar dan tabah dalam hidup ini. Wanita yang selalu mempertahankan cinta sucinya hanya untukmu.
Abah...
Mungkin hanya aku sendiri yang tak bisa mengingat bagaimana rasanya dipeluk hangat oleh tubuhmu. Tapi mungkin juga kedua kakakku. Tapi sekali lagi abah perlu tau... Kami mencintaimu...
Abah...
Kadang aku berkhayal..andai dirimu masih ada. Aku ingin menjadi anak perempuan yang bisa berbagi cerita dengan ayahnya, tentang perasaan yang sedang kurasa.

Abah..
Aku sedang jatuh cinta pada seorang pria...

Abah..
Maaf malam ini aku menangis merindukanmu....merindukannya.



Bogor, 11 Nov 2014 - 11 Nov 1987
Pukul 00.01 Wib.

1 comment:

Tinggalkan Jejakmu