Monday, 26 September 2016

Daster Cantik Dari Ibu Cantik

Ibu-ibu cantik
Suatu hari saya menerima sebuah paket, berisi sebuah daster batik cantik warna biru berbahan lembut. Saya kaget, karena mengingat bentuk tubuh saya tidak tinggi dan belum jadi ibu-ibu, apakah sebuah daster cocok untuk saya pakai? Apa alasan seseorang ini memberikan saya hadiah daster? Saya hamil? Eh, atau salah kirim. Cukup lama saya berpikir, dan segudang pertanyaan dibenak saya. Ingin bertanya langsung saya masih segan, takut menyinggung si pemberi, nanti dikiranya saya tidak menerima hadiah tersebut. Tapi, kalau nggak bertanya bakal nyasar di jalan, kan? Jangan-jangan emang salah kirim.

Akhirnya, setelah saya konfirmasi, daster tersebut memang ditujukan khusus untuk saya. Dengan sama-sama tertawa Ibu Ade, si pemberi hadiah itu menjelaskan, kurang lebih seperti ini saya hampir lupa kalimatnya. Sedangkan isi whatsapp yang beliau kirim sudah terhapus.

"Melly, saya mengirimkan hadiah itu memang buat kamu sebagai tanda cinta dan sayang saya sama Embak Ceria, saya ingin memberikan sesuatu untuk persahabatan kita semua. Saya bingung mau memberikan apa yang pantas buat kamu, jadi saya memilih daster. Dengan alasan kamu kan suka menyeterika, dikit-dikit update status lagi setrika, jadi branding kamu tuh sudah melekat sebagai gadis yang suka nyetrika. Jadi saya pikir daster ini pas buat kamu kalau lagi nyetrika, karena bahannya adem, nggak panas, angin semilir juga akan menyejukan kamu dari sela-sela daster yang longgar"

Setelah mendengar penuturan Ibu Ade, saya malah terharu, harus karena perhatian Bu Ade, dan haru bagaimana caranya saya memakai daster tersebut. Teman-teman yang pernah ketemu saya pasti tau bentuk tubuh saya seperti apa, udah kecil, item pendek tapi gemesin ini nggak bisa sembarangan pakai baju. Karena jika saya paksakan memakai daster pemberian Bu Ade, yang ada badan saya kelelep, hahahaha.

Tadinya daster itu mau saya kasihkan ke tante yang postur tubuhnya pas dengan daster yang kebesaran itu, tapi kok rasanya nggak sopan ya, hadiah dari ketulusan seseorang malah kita berikan lagi ke orang lain. Apalagi itu merupakan bentuk kenang-kenangan dari nilai persahabatan. Belum lagi saya suka bahannya, warnanya dan corak batiknya yang lembut.
Hampir setahun lebih daster itu menjadi penghuni lemari, sampai beberapa bulan yang lalu saya mulai melirik untuk belajar menggunakan rok panjang dan daster cantik itu terbayang-bayang...hehehe.

Voilaaaa! Daster hadiah dari Ibu Ade itu saya sulap menjadi rok cantik yang siap pakai kemana saja. Jadi, jangan heran ya buat teman-teman yang mungkin akan bertemu saya dan melihat saya mengenakan rok cantik ini, karena asal muasalnya adalah dari selembar daster. Hehe.

Abaikan kamar berantakan :D

Dan hari ini, tepat tanggal 26 September 2016, Ibu Ade, ibu cantik dari seorang anak ganteng bernama Ibam ini sedang berulang tahun yang ke----teeeet--- demi kebahagiaan bersama, usia saya sensor. Anggap saja Ibu Ade itu seusia saya yang masih remaja. Selamat ulang tahun, Buuuu..semoga sehat selalu, dimurahkan rezekinya dan tetap menjadi Bu Ade yang kami kenal.

Saya ingin cerita sedikit tentang pandangan mata saya buat Ibu Ade, perempuan cantik berdarah Palembang ini adalah tipe ibu-ibu yang sayang banget sama keluarga. Ibu Ade selalu punya cerita seru tentang keluarganya, terutama soal Ibam, putra sulung Bu Ade idola para EmbakCeria..hihi. Bu Ade juga salah satu orang yang selalu membuat grup whatsapp kami selalu ceria, ada saja cerita lucu yang dia bagikan. Kami selalu menunggu komentar-komentarnya tentang hot gosip yang sedang beredar, baik dari kalangan blogger, artis, seleb sosmed, bahkan berita tentang politik yang tidak pernah habis dibahas. Ada saja celetukan 'nakal' yang Bu Ade keluarkan. Kami pernah menyarankan Bu Ade untuk ikut stand up comedy karena kelucuan yang dia tunjukkan.


4 comments:

  1. Dasternya Bagus, Mel. Sini hibahkan kr aku aja kl udah ngga mau.

    ReplyDelete
  2. Bahan rayon/santung yang sering dibunakan untuk bahan daster memang adem dan nyaman banget dipake

    ReplyDelete

Tinggalkan Jejakmu