Friday, 28 July 2017

Kondangan Sama Siapa?

Tema acara
Pertanyaan yang sering terjadi kalau tiba-tiba dapat undangan pernikahan atau ke sebuah acara yang agak resmi dan butuh partner. Nanti kondangan atau ke acara ini itu sama siapa? Bingung banget kalau sudah seperti itu. Banyak alasan kenapa pertanyaan ini jadi sebuah masalah, terutama buat para single yang belum menikah seperti saya. Bisa aja saya mengajak sahabat, rombongan teman, saudara atau siapapun yang bisa diajak buat datang ke undangan. Tapi jika tak ada satupun yang bisa menemani, otomatis saya harus datang sendiri.

Tapi kondangan itu seperti sebuah momok jika harus datang sendirian. Orang-orang kayak bakal memandang aneh, apalagi jika yang kita hadiri adalah sebuah pesta pernikahan. Kok sendirian, pasangannya mana? Kapan nyusul? Tuh, pertanyaan seperti ini yang sebenarnya saya hindari. Hehe.

Memangnya kenapa kalau sendirian? Nggak ada yang salah, kan? Tapi sebagian orang (terutama yang rese) nggak mau melihat itu. Di mata mereka, kita harus punya pasangan jika pergi kondangan.
Well, kalau saya nggak datang kondangan bukan karena nggak ada pasangan (teman) yang bisa diajak. Tapi lebih ke-bingung harus menggunakan pakaian khusus undangan yang seperti apa, yang pantas dan biar nggak salah kostum. Apalagi jika pesta tersebut diharusnya menggunakan dresscode khusus, tamu undangan diharapkan memakai pakaian ini itu sesuai permintaan si punya hajat.

Itu yang bikin malas. Kenapa kita harus direpotkan sama yang namanya dresscode, apalagi ini adalah pesta pernikahan. Terkadang kita harus mengeluarkan dana lebih untuk beli baju baru agar sesuai dengan tema pesta yang akan dihadiri nanti. Bisa saja menggunakan kostum yang sudah ada dengan sentuhan warna atau tema dan mendekati dresscode yang diinginkan. 

Foto Kebaya dari Zalora
Tapi kita juga pasti nggak mau jadi badut di dalam pesta yang menjadi tontonan karena beda sendiri. Seperti yang dialami teman saya sebulan yang lalu. Dia harus menghadiri acara pernikahan teman sekantornya. Dresscodenya adalah kebaya warna biru muda, bebas mau model seperti apa. Walaupun saya kasih saran untuk pilih-pilih koleksi Kebaya Modern di Zalora Indonesia aja, karena kalau ingin menjahit sendiri pasti nggak sempat dan harganya bisa jauh lebih mahal. Namun sama seperti saya, suka bingung nanti kebaya ini cocoknya dipadukan dengan kain warna apa dan seperti apa. 

Menurut saya itu nggak efektif sama sekali, niat kita bikin pesta dan mengundang orang banyak adalah ingin berbagi kebahagiaan, bukan menyusahkan yang mau datang, dengan ‘memaksa’ mereka harus mengikuti kemauan kita. Sebagaian kita mungkin nggak terbiasa dengan ketentuan-ketentuan seperti ini, terutama di daerah-daerah yang masyarakatnya belum mengerti apa itu tema pernikahan (dresscode). Yang akhirnya, banyak tamu undangan yang nggak jadi datang kondangan, karena banyak yang merasa, “duh, malu ah kalau nanti pakaian gw beda sendiri, sementara gw nggak punya dresscode seperti itu”. Nah. Kalau seperti ini bagaimana? Ini kan namanya bikin susah orang. Hehe.

1 comment:

  1. Pernah ngalamin acr nikahan ad dresscodenya cuma Bernard shbt kuliah Aja seru2an tp warns Aja Mel,,, jd enak Pas ktmuan seru,,, enak sndiri dtg X Aja mi ktmu jodoh d sana aamin

    ReplyDelete

Tinggalkan Jejakmu