Wednesday, 2 August 2017

Berburu Hadiah Lomba 17 Agustus


Garuda, lambang negara di sebuah pawai bunga
Membaca judulnya kenapa tiba-tiba jiwa nasionalisme saya langsung bangkit ya (jadi selama ini nggak punya nasionalisme?) Semarak 17-an sudah sangat terasa dari awal Agustus seperti sekarang, jalan-jalan sudah ramai dengan warna merah putih bendera kebangsaan yang berjejer, ada yang memasangnya di depan-depan rumah, pertokoan dan setiap sudut trotoar oleh penjual bendera yang mulai menggelar dagangannya.
Grup-grup chat sudah mulai banyak yang share berbagai info kegiatan lomba, festival, parade budaya untuk memeriahkan dan merayakan hari kemerdekaan. Semua bergembira menyambutnya, masyarakat di kampung-kampung terpencil hingga kota-kota besar. Lihat saja, di bulan Agustus ini, di setiap daerah berlomba-lomba membuat acara untuk menarik wisatawan, baik lokal, nasional atau mancanegara, dari event sederhana sampai berskala international. Di sekolah-sekolah pun demikian, anak-anak sekolah nggak mau kalah dengan masyarakat umum lainnya.

Saya sudah beberapa tahun ini nggak pernah ikut kegiatan tujuh belasan (istilah untuk merayakan kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap  tanggal 17 Agustus setiap tahunnya). Bukan karena nggak punya nasionalisme atau nggak tertarik dengan semua aktivitas yang seperti itu. Tapi nggak ada waktunya. Dulu bahkan tanggal 17 Agustus yang notabene tanggal merah, saya tetap masuk kerja, nggak libur sama sekali, karena kesepakatan awal bekerja seperti itu. Dan buat saya itu nggak jadi masalah. Selama kedua belah pihak nggak merasa terbebani.

Panjat Pinang. Foto by ig @clcdian
Balik lagi menyambut kemeriahan 17 Agustus, saya jadi kangen ikut lomba. Dulu, terakhir kali ikut perlombaan yaitu makan kerupuk sama teman-teman di kampung. Makan kerupuk ini sudah jadi tradisi tujuh belasan di mana-mana. Hampir semua orang pernah merasakan ikut lomba makan kerupuk. Padahal hadiahnya nggak seberapa, bahkan waktu saya kecil, hadiah buat pemenang pertamanya itu hanya pulpen dan kerupuk satu pack. Hihi. Lucu sekali kalau ingat itu. Sudah bersusah payah mulut belepotan kena kecap dan remahan kerupuk, kepala harus mendongak-dongak ke atas, hadiah nggak seberapa. Tapi kebahagiaan kebersamaan seperti itu yang dirindukan orang-orang terutama saya kalau ingat serunya acara tujuh belasan.
Dan ada satu lagi perlombaan yang identik dengan tujuh belasan, yaitu Panjat Pinang. Saya suka banget nonton lomba Panjat Pinang, melihat orang-orang berjuang mendapatkan bermacam-macam hadiah yang dipasang di atas pohon pinang yang sudah dibersihkan. Unik, karena nggak semua orang mau ikut mengikuti lomba ini. Selain susah karena batang pohonnya dibuat licin, dilumuri oli, badan jadi kotor dan juga diinjak-injak oleh peserta lain. Kadang kasian juga liat yang ikut lomba.
Tapi, itulah serunya acara tujuh belasan, ya. Dan saya lagi membayangkan, ada nggak ya lomba panjat pinang buat perempuan? Karena kebanyakan para lelaki yang bersedia memanjat-manjat 'berebut' hadiah. Hehe, pasti nggak kalah seru. Tapi sepertinya nggak mungkin, karena perempuan pasti nggak mau kotor. Tapi kalau hadiahnya menarik, kenapa nggak ya, asalkan pohonnya jangan terlalu tinggi, dan hadiahnya banyak. Misal, aneka sepatu wanita, atau tas-tas cantik yang lagi trendi dambaan para wanita Indonesia. Nggak mungkin mereka, para ibu-ibu nggak tergiur sama hadiah sepatu, tas atau fashion wanita lainnya.

Sepatu merah. Foto: Tokopedia
Tas warna putih. Foto: Tokopedia
Cuma saya lagi kepikiran, hadiahnya nggak langsung berupa sepatu atas tas yang digantung. Tapi, hadiah-hadiahnya ini dalam bentuk gambar atau print saja lalu dipajang di atas pohon Pinang. Grup siapa nanti pemenangnya, baru diajak windows shopping. Tapi belanjanya nggak usah ke mall atau ke pasar. Tapi cukup buka laptop lalu buka salah satu online shop seperti Tokopedia dan silahkan pemenangnya memilih sendiri model sepatu atau silahkan beli tas wanita online sendiri yang mereka inginkan. Seru banget, kan? Biar nggak pada rebutan mau beli tas atau sepatu yang seperti apa sesuai model yang mereka mau. Tau sendiri kan, wanita kalau sudah dalam memilih barang agak lama. Nah, dari pada capek atau hadiah nggak sesuai style mereka. Mendingan disuruh cari sendiri di online shop. Panitia atau penyelenggara lomba hanya menyediakan dana sesuai budget hadiah lomba.

Tapi, kira-kira ada nggak ya perempuan yang mau ikut lomba panjat pinang?

19 comments:

  1. ada mbak lomba panjat pinang untuk perempuan di daerahku :D tapi ora enek seng iso menek wkwkwkkw

    ReplyDelete
  2. Ayo meriahkan lomba2 tujuhbelasan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayooo, ini mau cari lomba2 yg seru :D

      Delete
  3. Sejak tanggal 1 lalu, sudah ramai menghias gapura gang. Warga dihimbau mengibarkan bendera merah putih. Aroma hari kemerdekaan sudah terasa. Juga lomba-lombanya yang selalu meriah di kampung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaaaa, seneng liat sepanjang jalan banyak bendera merah putih

      Delete
  4. Seru mesti ya..blm pernah liat ibu2 panjat pinang hadiahnya kece2 gitu.
    Klo ada km mau mel?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asal penontonya jg ibu2 semua, aku mau lan ikut panjat pinang haha

      Delete
  5. Aku mbayangke kamu panjat pinang demi dapetin sepatu pasti seruu. Aku di bawah ajalah nangkep sepatunya hihiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhaa, jgn dibayangkan lah mbak. Gak asik :D

      Delete
  6. Ibu-ibu panjat pinang, seru kali ya hihi.
    Itu sepatu merahnya cantik banget, cocok buat pesta :)

    ReplyDelete
  7. warga Tanjung Jati masuk blog kece ih 😍😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaahhhhh, makasih yaaa Diong, udah dipinjemin foto panjat pinangnya :D

      Delete
  8. Kangen 17an pas jaman masih kecil

    ReplyDelete
  9. acara panjat pinang memang seru dan lucu apalagi pas mlorot dari atas....!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah melorot2 terus, hadiahnya ga dapat ya :D

      Delete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Tinggalkan Jejakmu