Thursday, 15 March 2018

Dari Nuansa EDM Hingga Bergoyang Nostalgia Dengan Om PSP


Saya tuh jarang sekali nonton konser musik, jadi ketika ada kesempatan, saya berusaha untuk menikmatinya semampu saya, pinginnya sih nggak terganggu oleh segala macam kegiatan lain, seperti di event liputan sebagai blogger di D'Hot Music Day 2018 yang diselenggarakan di Kuningan City Mall oleh Detikcom tanggal 9 Maret lalu, yang bertepatan juga dengan Hari Musik Nasional. Tapi saya akan tetap bersyukur, karena dengan begitu dua kesempatan lain saya dapatkan, nonton musik dan bertemu teman-teman blogger yang punya minat sama dengan musik dari berbagai genre.
Hmm, saya mau ceritain sedikit tentang sejarah kenapa tanggal 9 Maret itu diikrarkan sebagai Hari Musik Nasional? Karena jujur aja, saya sendiri baru tau, telat banget, kan? Sebagai pecinta musik tapi nggak hapal dengan hari hari bersejarah seperti itu. Well, dipilihnya tanggal 9 Maret itu dikarenakan bertepatan dengan hari lahirnya komponis besar Indonesia, yakni Bapak Wage Rudolf Supratman, 9 Maret 1903 di Sukoharjo, Jawa Tengah. Yang tak lain adalah pencipta lagu lagu Indonesia Raya, lagu kebangsaaan Negara kita Indonesia. Penetapan Hari Musik Nasional ini sudah direncanakan dari jaman preside BJ Habibie dan sudah melalui berbagai tahapan, hingga akhirnya pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono baru diresmikan melalui Kepres 10 Tahun 2012. So, jika dihitung kita sudah merayakan Hari Musik Nasional untuk ke 7 kalinya lho.



Musik itu seperti jembatan, semua orang nggak ada yang nggak suka dengan musik, musik seperti nafas, kemanapun kita melangkah pasti akan terdengar alunan musik, seperti tema event hari itu, Musik Untuk Semua. Makanya pas seharian di D'Hot Music Day kemarin, saya puas banget bisa mendengarkan musik full dari pagi hingga malam. Kalau nggak mikir akan terlambat dengan jadwal kereta pulang ke Bogor, pasti saya akan lanjut sampai habis di penutupan acara itu. Yang kata teman-teman yang masih bertahan, musiknya semakin seruuuu. Waahhh...


Acaranya live dari Kuningan City dan live streaming di portal Detikcom, jadi buat teman-teman yang nggak bisa hadir kemarin, bisa banget lho sebenarnya nonton livenya via internet. Karena pengisi acaranya itu seru-seru banget, musik yang mereka bawain itu asik-asik. Apalagi kalau ngefans dengan salah satu penyanyinya, seperti saya, yang rela datang dari pagi agar supaya nggak ketinggalan satupun dengan penampilan-penampilan mereka.

Dihitung-hitung Detikcom membuat statemen akan melakukan live streaming selama 11 jam, tapi nyatanya live pertunjukkan musik hari itu melebihi ekpetasi, kurang lebih 13 jam akhirnya acaranya baru selesai. WOw banget. Yaahh kebayang aja sih, karena 25 musisi keren numplek jadi satu bergantian membawakan lagu-lagu andalan mereka. Sampai saya hampir lupa, siapa aja sih yang sudah tampil, saking banyaknya. 


Nah, sebagai opening kemarin penampilan dari Hi Friday, band asal Bandung ini menurut saya kurang tepat, karena lagu yang mereka bawain terlalu slow dan bikin galau, judulnya aja Bayang Masa Lalu haha. Tapi at least kegantengan dari semua personilnya itu bikin saya lupa dengan kekurangan itu, karena sebenarnya musik mereka juga enak di dengar. Tapi sebagai pembuka, terlalu bikin baper, harusnya yang bikin semangat dong..hehe. (imho). Selesai Hi Friday menyanyikan 3 lagu, dua lagu dari Peterpan dan satu lagi dari mereka sendiri. Musisi selanjutnya ada Ify Alyssa, cewek cantik mantan anggota girl band Blink dan jebolan salah satu pencarian bakat anak-anak di salah satu stasiun Televisi, menyanyikan 3 lagu juga, dan sepertinya semua musisi yang hadir hari itu didaulat untuk 3 lagu, kecuali Virzha. Suaranya Ify ini ternyata bagus banget, merdu, apalagi pas dia membawakan lagunya Adhitia Sofyan, Adelaide Sky, favorit saya. Dan satu lagu barunya berjudul Gitar, yang merupakan debut solonya setelah keluar dari Blink. Coba denger deh, asli pasti kamu suka. Karena ternyata saya sudah sering denger lagunya Ify tapi nggak tau siapa penyanyi. Dari D'Hot Music Day akhirnya saya paham ini lagunya siapa. Hehe.


Habis Ify, lanjut ada Angelo Vero, dia ini jebolan ajang pencarian bakat di Belanda. Besar di Belanda tapi akhirnya memilih berkarir di Indonesia. Cantik banget dan suaranya keren banget. Sebelum break sholat Jumat dan makan siang, pagi itu D'Hot Music Day ditutup dengan penampilan apik dari Yakop. Saya nggak tau Yakop ini siapa, tapi surprise saya suka banget sama penampilan dia yang santai dan jadi terbawa syahdu dari lagunya.  Dia bawain musik dengan genre Pop, judul lagunya Mendua. Pesan dari lagunya Yakop ini sih katanya, kita nggak boleh mendua, harus setia sama pasangan. Ahh.

Sekitar pukul dua siang, penampilan yang ternyata sudah banyak ditunggu oleh penggemar yang hadir itu adalah, Ditto Percussion dan Ayudiah Bing Slamet, mereka berdua ini pasangan suami istri. Dan suara Ayudia ini ternyata cakep yaa, saya suka pas dia bawain lagunya Nurlela yang diaransemen ulang, yang merupakan lagu lawasnya Bing Slamet, musisi lawas, yang tak lain adalah kakeknya Ayudia. Terus mereka juga membawakan lagu yang mereka anggap anak ketiga, single Teman Tapi Menikah.


Dan ini yang saya tunggu-tunggu kenapa bela-belain datang ke Kuningan City untuk menikmati D'Hot Music Day, because.. he is the man who can't be moved haha. Maksudnya saya ngefans berat sama dia. Ada Kang Armand Maulana! Sebenarnya saya suka Kang Armand karena dia di GIGI, tapi apapun itu saya tetap suka ketika dia mencoba untuk bernyanyi solo di luar Gigi. Seriously, waktu dia lewat di depan mata, yang cuma berjarak tiga langkah dari saya, saya hampir membeku gitu, deg-degan, gemetaran, jari-jari sampai dingin..Hahaha. Penampilan Kang Armand hari itu santai banget, yang saya lihat di televisi dan aslinya memang nggak ada bedanya. Humble and ganteng hihi. Dua lagu Sebelah Mata dan Tunggu di Sana melantun indah di D'Hot Music Day.


Beres Kang Armand nyanyi dan setelahnya diserbu penggemar di backstage (termasuk saya) ada Vidi Aldiano dengan suara khasnya yang sedikit sengau itu. Penampilan Vidi seru, atraktif dan aktif mengajak penonton ikut bernyanyi. Lalu ada Nadya Fatira dengan single lagunya yang saya tunggu-tunggu, Lekas Pulang (ost Radio Galau). Ada Badai Romantic Project (Badai Kerispatih) dengan project baru namun tetap membawakan lagu-lagu romantis yang khas dari Badai. Dan lagu Melamarmu jadi single pertamanya Badai Romantic Project. Terus ada Novita Dewi, juara dua Indonesian Idol (2014), dengan lagu terbarunya Tak Terganti, yang dipersembahkan untuk almarhum adiknya. Ada Volmax, kelompok musik yang merupakan side projectnya Onchi (Ungu) dengan genre musik nuansa EDM (Electronic Dance Musik) suara vokalisnya merdu dan lagunya ternyata asik, apalagi pas mereka membawakan lagu Bollywood.



Rendy Panduego, yang mengcover lagunya Sheila On 7, Sebuah Kisah Klasik ternyata nggak mau ketinggalan meramaikan acara D'Hot Music Day, yang selama ini saya cuma bisa mengagumi dia lewat youtube, akhirnya bisa ketemu dan mendengarkan langsung. Dia ini dijuluki John Mayer-nya Indonesia, karena suaranya yang merdu, udah cakep gitu, suaranya kece. Lengkap deh. Selain Kisah Klasik, Rendy membawakan lagu berbahasa Inggris, I Don't Care. Dia ini idealis banget soal bermusik. Tapi saya suka. Habis melow-melow dengan gayanya Rendy, ada Adrian Khalif, penyanyi Hip Hop yang lahir dan besar di Amerika tapi seperti Angela Vero dia memilih berkarir di Indonesia. So, mungkin karena di Indonesia belum banyak peminat musik Hip Hop dan Adrian Khalif memanfaatkan itu.


Dan saya lupa, kalau ternyata di D'Hot Music Day hari itu ada penampilan dari Fade 2 Black, jadi pas mereka muncul saya kaget. Wow, rasanya kangen banget ya liat penampilan Fade 2 Black, yang udah jarang banget kayaknya muncul di Televisi. Dan sore itu ditutup dengan lagu-lagu hit mereka. Amazing banget dengan kehadiran mereka, lagu-lagu mereka itu saya suka semua, walau tanpa Bondan Prakoso mereka tetap memberikan penampilan terbaiknya. Semua penonton yang hadir termasuk kru dari DetikCom ikut menggerakkan badan saat irama musik dari Fade 2 Black didengarkan. Dan benar sih ujar salah satu personilnya, sering-sering aja bikin acara musik seperti ini. Dan salah satu pesan dari mereka, beli/download yang asli, legal, jangan yang bajakan.


Break sholat magrib, ternyata di venue jumlah penonton semakin banyak, yang tadinya bisa duduk di kursi, ternyata yang hadir dipersilahkan untuk duduk di lantai (ngedeprok) dan ini ternyata lebih seru. Dan malamnya selain menampilkan lagi banyak musisi, Seperti Mulan Jameela, Virza, The Overtunes, Nev feat Dea, Tanayu, Bams, ada juga penampilan musisi keren lainnya. Saya suka saat Nonaria yang beranggotan wanita naik ke panggung, dengan cita rasa baru musik jazz, yang judul-judul lagunya itu sedikit nyeleneh, mereka membawakan lagu yang santai dengan lirik yang ringan dan mudah dinikmati. Dan yang paling heboh malam itu menurut saya adalah dengan adanya Om PSP (Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks). Tiga lagu dengan nuansa dangdut jadul membuat semua penonton bergerak ikut bergoyang. Saya paling suka dengan lagunya Fatime (Fatimah) karena dulu pernah ada sinetronnya. Hihihi. Rasanya malam itu ingin teriak ke om-om yang rambutnya sudah putih semua, Om I Love You. Walaupun usia mereka sudah dianggap kakek-kakek, tapi musikalitas mereka memang nggak bisa diragukan. Jaman dulu ternyata mereka ini idola. Ada Talkback juga.


Dan yang ngggak ketinggalan, tokoh-tokoh pemimpin daerah hadir juga untuk meramaikan, Seperti Pak Ganjar Pranowo, Pak Sandiago Uno, Menteri Perhubungan Pak Budi Karya, Menteri Ketenagakerjaan, Pak Hanid Dhakiri. Para Menteri ini ternyata ikut bernyanyi bersama penonton dan Geng Ojol, kelompok musik yang beranggotakan driver ojek online. Dan saya baru tau kalau bapak bapak Menteri kabinet Jokowi ini punya grup band, yang dinamakan Elek Yo Band,, yang kabarnya tawaran manggungnya semakin banyak. Pak Hanid Dhakiri ternyata sebagai gitaris dan vokalisnya. Malam itu Elek Yo Band membawakan lagunya Bento dari Iwan Fals.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Jejakmu