Thursday, 5 April 2018

Semangat Belajar dari Guru dan Siswa Wirausaha Mandiri


Saya mengenal Suci Sukaesih itu sekitar tahun 2014, waktu kita sama-sama menjadi finalis Srikandi Blogger yang diadakan oleh komunitas Emak-Emak Blogger. Dari situ kami berteman dengan finalis lainnya, membuat sebuah grup di aplikasi whatsapp sampai sekarang. Saya nggak banyak mengenal Icus (nama panggilan), awalnya. Apa yang mendasari dia dan teman-teman lainnya, termasuk saya, ketika dipilih menjadi finalis dan masuk kategori Srikandi Blogger. Baru setelah saya menyelami dan membaca satu persatu profil teman-teman finalis itu. Saya paham, mengapa perempuan-perempuan hebat itu dipilih dan layak dijadikan Srikandi, perempuan yang menginspirasi, nggak hanya lewat tulisan di blog, tapi melalui aksi nyata mereka, yang berkontribusi untuk orang-orang di sekitarnya. Seperti apa yang dilakukan oleh Susi Sukaesih, pendiri sekolah PKBM Ginus Itaco (dulunya bernama SMK Itaco). Yang sangat perduli terhadap pendidikan anak-anak di Indonesia, khususnya Bekasi, tempat tinggalnya saat ini.


Karena menurut Icus, setiap anak itu berhak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, termasuk anak dari keluarga prasejahtera. Berbekal pendidikan, mereka diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Ini juga yang menjadi visi misi Icus dalam mendirikan sekolah PKBM Ginus Itaco. Icus ingin anak-anak ini bisa mendapatkan ilmu pendidikan dan keterampilan yang layak, yang akan mereka miliki sebagai bekal untuk kehidupan yang lebih baik lagi.


Minggu, 18 Maret 2018 lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi langsung Sekolah PKBM Ginus Itaco bersama komunikas DBN (Dear Blogger Net) yang fokusnya pada charity. Yang digawangi oleh 3 perempuan hebat juga, Mbak Haya Aliya Zaki, Lidya Fitrian dan Dewi Sulistywati. Yang lokasi sekolahnya ada di Jl. Lapangan Bekasi Tengah, No. 3. Yang tepatnya berseberangan dengan kantor Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Dari Stasiun Bekasi lokasinya tidak jauh. Sesampainya di Sekolah ini, saya sedikit terhenyak melihat kondisi sekolahnya yang terlihat tidak terawat dan bisa dibilang kurang layak untuk dijadikan tempat mengenyam pendidikan. Namun jika menilik latar belakang PKBM Ginus Itaco, kita akan memaklumi dengan kondisinya yang seperti itu. Karena semuanya dikelola dengan biaya dari donatur yang mereka sebut dengan orang tua asuh. Biaya dari donatur ini dibagi-bagi untuk menggaji guru maupun operasional sekolah. Selain dari donatur dan orang tua asuh, PKBM Ginus Itaco juga mendapatkan bantuan dari program CSR perusahaan. Seperti dari Bank Mandiri, Brother Indonesia, Grab, OLX dan Laznas BSM, yang terlihat langsung dibelikan peralatan meja dan kursi untuk siswa belajar di kelas.


Dan saya salut untuk mereka, siswa-siswa wirausaha dan juga para pengajar yang ada di sekolah PKBM Ginus Itaco ini. Niat untuk belajar dan berbaginya tinggi, sehingga dengan kondisi apapun, mereka takkan perduli, seperti apa tempat yang mereka tinggali. Kenyamanan nomor dua, yang penting pendidikan tercukupi. Good Job Icuz, I’am proud of you, so much. Love you.

Dilatar belakangi fakta bahwa masih banyaknya siswa yang putus sekolah, Susi Sukaesih atau yang lebih akrab dipanggil Suzie Icus ini mendirikan sekolah PKBM Ginus Itaco, yang dulunya bernama SMK Itaco. Perjalanan yang tak mudah bagi Icus. Berdasarkan pengalamannya menjadi guru, Icus terdorong untuk membuka institusi pendidikan. Karena melihat seorang anak penjaga rental PS yang putus sekolah karena terkendala biaya dan kebutuhan hidup di keluarganya yang serba terbatas. Dari sini Icus menjadi tergerak untuk membantu si anak ini dan mulai mengumpulkan beberapa siswa yang mengalami nasib serupa.


Siswa-siswa di sekolah PKBM Ginus Itaco ini 100% biaya pendidikannya GRATIS, saat ini kurang lebih ada sekitar 40 siswa lulusan PKGM Ginus Itaco. Siswa-siwanya berasal dari keluarga prasejahtera, yang pendapatan ekonomi keluarganya tak menentu, seperti ART, tukang ojek, supir angkot, buruh serabutan, ataupun pekerja kasar lainnya. Yang biasanya memiliki banyak anak, sehingga biaya pendidikannya jadi terbagi-bagi, dan akhirnya salah satu anaknya harus meninggalkan bangku sekolah, karena tak kuat dengan biayanya.

Walaupun tak ada biaya alias gratis, namun masih banyak para orang tua dari siswa-siswa ini yang pesimis dengan pendidikan di Ginus Itaco. Karena sempitnya pikiran, jika sekolah itu berarti mereka tak bisa bekerja, tak bisa bekerja berarti tak bisa mendapatkan uang. Oleh karenanya, Icus menjadikan siswa-siswa di Sekolah PKBM Ginus Itaco untuk mandiri. Selain sekolah, mereka juga bisa mendapatkan penghasilan, dari keterampilan yang mereka dapat selama belajar menjadi siswa di SMK Ginus Itaco, sehingga mereka juga disebut sebagai Siswa Wirausaha Mandiri. Nggak hanya sekolah dan belajar, tapi praktik langsung. Sehingga, setelah nanti mereka lulus sekolah, mereka bisa langsung mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja, atau mereka dapat membuka usaha sendiri di rumah.


Karena di PKBM Ginus Itaco ini sendiri membekali langsung siswa-siswanya dengan mata pelajaran umum, dan juga keterampilan praktis. Seperti menjahit, desain grafis, programing, computer MS Office, broadcasting, dan kewirausahaan. Ini salah satu program dari PKBM Ginus Itaco untuk membentuk karakter siswanya agar lebih mandiri sejak dini. Yakni dengan mendidik siswanya berwirausaha di bidang konveksi melalui wadah Siswa Wirausaha.


Beberapa produk yang dihasilkan dalam wadah Siswa Wirausaha adalah produk tas dan aksesoris premium, dengan brand Itaco. Hand bags, tas dan aksesoris yang harganya lebih ekonomis, ada juga hade kids (batik anak). Produk-produk ini dijual melalui marketplace Siswa Wirausaha yang mereka kembangkan sendiri, katalog dan beragam informasinya bisa dicek di sini, www.siswawirausaha.com
Siswa Wirausaha juga memproduksi aksesoris berbahan pakaian bekas layak pakai, yang disebut dengan Hade Preloved. Dan Famsignature, kaos katun combed, seperti kaos anak dan kaos ibu menyusui. Siswa Wirausaha di sini juga menerima pesanan dalam jumlah banyak, semisal souvenis pernikahan, pouch untuk perusahaan dan semacamnya.


Jika teman-teman pembaca ingin membantu para siswa di PKBM Ginus Itaco untuk terus mendapatkan pendidikan yang layak, bisa menghubungi Susi Sukaesih atau Suzie Icus.
Berikut kontak yang bisa dihubungi, karena bantuan teman-teman ini walaupun sedikit sangat mendukung siswa-siswa maupun para pengajar di PKBM Ginus Itaco. Jika belum bisa menjadi orang tua asuh, kita bisa membantu dengan cara membeli produk-produk mereka.

Siswa Wirausaha
www.siswawirausaha.com
Instagram.com/siswawirausaha

Produk ready bisa dicek di
Instagram: @siswawirausaha.katalog
Fanspage: Siswa Wirausaha
Shoope: siswa.wirausaha
Hp/wa: 085711433250

1 comment:

  1. wow, luar biasa banget Mbak.. sudah sejak lama dengar siswa wirausaha tapi baru kali ini baca report lengkapnya. Good article, Mbak Melly.

    ReplyDelete

Tinggalkan Jejakmu