Monday, 10 August 2026

Gejala Mata Kering Bikin Nggak Nyaman

Setelah sekian lama halaman ini terbengkalai, jarang ditengokin, dilihat, dirasakan kembali bagaimana rasanya bersenang-senang dengan tulisan sendiri, akhirnya setelah hampir 1 tahun, saya kembali, memulai lagi untuk mencurahkan segala resah, keluh kesah, dan pikiran-pikiran yang berlari-larian di kepala ini.

Ternyata, serindu itu saya dengan blogging, rumah tempat saya curhat selama ini sebelum menikah. Setelah menikah? waktuku hampir tersita untuk keluarga. Benar, seperti yang orang-orang bilang, menjadi seorang istri dan seorang ibu, waktu seorang perempuan itu bukan milik kita lagi. Waktu seorang perempuan itu sudah milik keluarganya, suami dan anak-anaknya. Kebetulan kita nggak punya ART atau baby sitter

Apalagi setelah anak memasuki usia toddler yang sedang aktif-aktifnya, sungguh benar-benar menguras emosi dan tenaga. Hampir 24 jam mata harus standby melihat dan mengawasi tingkah dan laku anak. Karena jika tidak diperhatikan, meleng sedikit sudah kabur dari rumah, lari-larian di jalan, manjat-manjat pagar, Atau masuk rumah tetangga dan kepo dengan apa yang sedang dilakukan tetangga. 

Yah, memang seaktif itu anak saya, Noura. Dan kebetulan Noura juga punya sepupu yang seumuran, jadi sudah, deh, kalau mereka berdua sudah bermain bersama, kami para mama-mamanya ini nggak bisa santai. Hanya di malam hari bisa istirahat.

Jadi, ibu rumah tangga yang full di rumah seperti saya ini benar-benar butuh-butuh liburan dan me time bersama teman-teman. Kemarin sih, tetangga samping rumah sedang berulang tahun, dan kita diajak untuk liburan santai main air laut, di Pulau Kelagian, Lampung. Dan happy-nya, kita boleh bawa keluarga masing-masing.

Dan itu seru banget, melihat luasnya laut, deburan ombak pantai, sunset yang cantik, jadi terasa seperti re-charge energi baru, walaupun setelahnya badan terasa pegal-pegal karena terlalu asik berenang, bermain banana boat dan jatuh ke laut. 

Tapi yah, momen liburan bareng tetangga ini jadi agak sedikit terganggu, karena mata saya terasa sensitif banget sama cahaya, perih, dan suka gatal seperti ada yang mengganjal, terus cepet lelah dan kadang tiba-tiba suka kabur. Saya pikir mata minus saya bertambah atau kemasukan pasir dari laut. Namun setelah diperiksain nggak ada masalah dengan minusnya, dan nggak ada benda aneh juga di dalam mata.

Kondisi yang seperti itu bikin nggak nyaman, mau melihat sesuatu kudu fokus dan menyipitkan mata terlebih dahulu. Temanku bilang sih, itu termasuk gejala mata kering.

Oh iyaa, kadang kalau terlalu asik dan sibuk dengan kegiatan sehari-hari, kita jadi nggak terlalu memperhatikan dan merasakan sesuatu yang berbeda dengan kondisi mata atau organ tubuh yang lain. Padahal, gejala mata kering seperti mata SEpet, PErih, LElah itu nggak boleh disepelein. 

#MataSepeleJangandiSepelein

Nggak cuma mata, tapi anggota tubuh dan organ-organ tubuh yang lain tentu nggak bisa disepelein begitu saja. Karena mata organ yang sangat penting untuk melihat, jadi harus cepat-cepat cari solusi jika ada masalah seperti SePeLe itu (sepet, perih, lelah).

Untuk emak-emak yang sok sibuk seperti saya ini, solusi efisien yang paling praktis dan cepat meredakan gejala mata kering adalah pergi ke minimarket seperti Indomaret, dan cari Insto Dry Eyes. Yup, untuk #BebasMataKering tetesin insto dry eyes aja yang mampu mengatasi mata SePeLe.

Gejala mata kering yang saya alami ini mungkin efek dari cuaca dan cara saya menikmati tayangan hiburan melalui Hp di malam hari, dengan pencahayaan yang redup, mata jadi harus ekstra untuk melihat. Dan cuaca saat ini pun terlalu banyak debu karena musim kemarau dan banyak angin.

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih - @melfeyadin