Thursday, 17 November 2016

Setetes Darahmu Yang Mengalir Di Tubuhku

Donor Darah. Foto: arsipusi.com
Hari itu, 5 November 2016, saya turun di Stasiun Cikini lalu berjalan kaki menuju Restoran Bumbu Desa, untuk menyimak materi yang disampaikan dr. Fierly dengan tema, Sosialisasi Donor Darah Kepada Mitra PMI DKI Jakarta bersama komunitas TauDariBlogger (TDB) yang diketuai oleh Mas Sobari. Ada sekitar 50 blogger juga wartawan yang ikut serta meramaikan.
Selama ini saya tidak paham, seperti apa prosedur cara mendonor darah, apakah semua orang bisa menjadi pendonor atau untuk orang-orang yang terpilih saja? Kadang terbersit keinginan serupa melihat teman-teman yang aktif setiap periode mendonorkan darah-darah mereka. Tapi, saya kembali berpikir, sepertinya saya tidak diijinkan untuk membantu saudara-saudara yang sedang membutuhkan pertolongan setetes darah dari dari tubuh saya Padahal sering kali di grup sosial media, broadcast tentang kebutuhan ini. Butuh Cepat! Darah A untuk pasian ini itu, segera ke rumah sakit ini itu. Ah, seandainya saya bisa.

Sosialisasi Donor Darah
Tapi, walaupun nggak bisa menjadi pendonor, bukan berarti saya nggak bisa menyebarkan informasi apa saja tentang PMI ya terutama soal Donor Darah. Okeh, baiklah.. Berkat mengikuti acara sosialisasi kemarin, saya menjadi tau, bahwa nggak bisa sembarangan orang yang bisa mendonorkan darahnya. Sedangkan Donor darah sendiri adalah orang yang memberikan darahnya secara sukarela dengan tujuan transfusi darah kepada orang lain yang membutuhkan.
Dan ini dia syarat-syaratnya untuk mendonorkan darah.

Pertama, kalian harus sehat jasmani dan rohani, usia nggak boleh dibawah 17 tahun dan lebih dari 60 tahun. Berat badan minimal 45 kg. Tekanan darah sistole 100-180 dan diastole 70-100. Kadar Hemoglobin minimal harus 12,5 g%. Jarak mendonorkan kembali minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya. (maksimal 5 kali dalam setahun). Dan pastikan cukup tidur malam sebelumnya.

Kedua, kalian nggak boleh menjadi pendonor jika; mempunyai penyakit jantung, paru, dan menderita kanker, menderita tekanan darah tinggi (hipertensi), menderita kencing manis,  cenderung sering mengalami pendarahan abnormal, menderita epilepsi atau kejang, pernah menderita hepatitis B atau C, mengidap sifilis, pengguna narkoba, sering minum alkohol, mengidap AIDS/HIV dan atas saran dokter yang tidak membolehkan kita menyumbangkan darah. Selain itu ibu menyusui dan peremuan yang sedang menstruasi tidak diperbolehkan mendonorkan darah.

Dari sini saya juga tau, jika pendonor itu bisa dibedakan bermacam-macam.
  1. Donor Darah Sukarela: Donor yang rutin 3 bukan sekali menyumbangkan darahnya secara sukarela kepada UTDD PMI untuk diberikan kepada pasien yang membutuhkan.
  2. Donor Langsung: Donor yang menyumbangkan darahnya secara langsung karena kelangkaan darah di PMI, yang biasanya terjadi di bulan puasa. Yang golongan darahnya sama dengan pasien.
  3. Donor Darah Pengganti: Donor yang menyumbangkan darahnya sewaktu-waktu karena kelangkaan darah di PMI (bulan puasa) dengan golongan darah yang berbeda dengan pasien.
  4. Donor Darah Siaga: Donor yang sudah mempersiapkan/disiagakan untuk sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menyumbangkan darahnya.
  5. Donor Darah 'On Call': Donor darah yang mempunyai golongan darah yang langka dan sewaktu-waktu dibutuhkan dapat diminta kapanpun.
Di Jakarta sendiri untuk mendonorkan darah, warga Jakarta bisa langsung mendatangi UTDD PMI yang ada di Kramat Raya 47 atau melalui layanan mobil unit yang tersebar. Selama sosialisasi kemarin, sebenarnya kami diberitahu bagaimana proses pembuatan komponen darah dari pendonor. Jika selama ini saya berpikir darah-darah yang kita donorkan akan langsung ditransfusikan ke pasien, ternyata tidak seperti itu. Ada prosesnya yang membutuhkan waktu. Dan macam-macam komponen darah beda tingkat ketahanannya setelah proses pengambilan darah. Proses ini ada dua methode, yakni manual plasma extrator dan automated plasma separator. Darah-darah yang dihasilkan ini nantinya akan disimpan sesuai dengan komponennya masing-masing.

Donor darah. Foto: www.theoskars.com
Setelah melalui proses, darah-darah ini nantinya akan didistribusikan ke bank darah di Rumah Sakit. Nah, tugas Bank Darah ini nantinya adalah menyimpan komponen darah pada suhu optimal, melakukan tes golongan darah pasien dan uji silang serasi darah antara pasien dan pendonor, juga menyampaikan darah pada pasien melalui petugas rumah sakit. Semuanya harus melalui prosedur yang sudah diatur, jadi tidak bisa sembarangan.

Dan berikut persyaratan meminta darah jika sedang membutuhkan.
Pertama membawa formulir permintaan darah dari rumah sakit yang sudah dicap atau distempel. Kedua, membawa contoh darah yang dimasukkan ke dalam tabung EDTA.


Jika teman-teman merasa ragu dan tidak tahu apa saja manfaat mendonorkan darah, berikut saya uraikan sedikit. Jangan takut rugi atau merasa akan kehabisan darah, karena donor darah ini manfaatnya banyak sekali. 

Manfaat Donor Darah:
  • Dapat mengetahui golongan darah
  • Kadar Hb dapat terpantau 3 bulan sekali
  • Dapat terpantau 4 macam penyakit (HIV, Hepatitis B, Hepatitis C dan Sifilis)
  • Menurunkan kadar zat besi teroksidasi, sehingga dapat menurunkan resiko serangan jatung dan stroke. Juga dapat menurunkan resiko penyakit kanker.
  • Dapat membakar hingga 650 kalori
Jadi, jangan takut ya untuk mendonorkan darah. Selain dapat membantu menyelamatkan nyawa seseorang, donor darah juga menyehatkan.


2 comments:

  1. Berbagi untuk kemanfaatan bersama.
    Apakah bentuk tubuh, gemuk atau kurus akan berpengaruh sebagai pendonor ya?
    terima kasih

    ReplyDelete
  2. Mau donor darah :( mau darahku bermanfaat buat banyak kepala.

    Salam,
    Syanu.

    ReplyDelete

Tinggalkan Jejakmu