Sunday, 18 February 2018

Cerita Inspiratif Dari Tetangga di Komplek Taman Pelangi

Kumpulan Cerita Inspiratif Taman Pelangi
Sejak memutuskan untuk nge-kos atau tinggal di rumah kontrakan, saya jadi punya banyak cerita dan belajar bersosialisasi lagi dengan tetangga. Maklum, selama ini saya tinggal di rumah tante, yang sehari-harinya jarang berinteraksi dengan tetangga selain saat ke warung, berpapasan di jalan atau saat bulan ramadhan tiba, tarawih di masjid bersama. Karena sehar-harinya saya kerja, berangkat pagi pulang malam. Jadi nggak waktu buat ngumpul bersama tetangga. Lagian saya merasa kurang pantas juga kalau harus ngobrol ngalor ngidul sama tetangga, sementara ada tante saya di rumah. Jadi, di rumah saya bersosialisasi seperlunya saja.

Namun, sejak ngekos/ngontrak sama punya banyak cerita bertetangga, walaupun tetangganya nggak banyak, tapi ini jadi pelajaran dan pengalaman baru buat saya, setelah lama nggak merasakan bagaimana seharusnya hidup bertetangga.
Punya tetangga itu sebenarnya lebih banyak senangnya, terutama kalau kita sedang butuh sesuatu ataupun pertolongan. Tetangga bisa membantu kita atau kita yang membantu tetangga, tapi itu juga tergantung bagaimana kita memperlakukan mereka dan sebaliknya. Punya tetangga yang baik itu rezeki, tapi kalau punya tetangga yang nggak baik, anggap aja itu ujian kesabaran buat kita. Ini yang lagi saya alami.

Kalau mau diceritain banyak sekali curhat tentang tetangga-tetangga yang baru setahun ini saya kenal. Tapi, nanti saja deh saya tulis, karena saya lagi pengen berbagi cerita kumpulan cerita inspiratif dari bukunya Mbak Laras Ayu, yang berjudul Taman Pelangi. Walaupun buku ini segemennya bisa dikategorikan untuk anak-anak karena tampilan cover dan cara bertuturnya yang ringan, tapi menurut saya, orang dewasa juga wajib membacanya. Karena selain bisa dijadikan panduan pelajaran untuk mengajarkan ke anak-anak atau adik, ponakan maupun saudara yang masih kecil, karena pesan-pesannya yang positif. Buku Taman Pelangi ini juga bisa kita serap manfaatnya untuk kita sendiri. Kenapa saya bilang begitu? Karena ada benang merahnya, cerita di buku dengan tetangga saya di rumah.
Karena terkadang ketika saya menemukan satu pesan positif dalam salah satu kumpulan cerita inpiratif di buku Taman Pelangi ini, saya langsung setuju, dan berusaha untuk mempraktekkannya.

Dan buku ini tuh, kayak mengingatkan kita kembali tentang peribahasa ketika kita baru mengenal seseorang, Tak Kenal Maka Tak Sayang. Kadang kita selalu berpikiran negatif kepada seseorang, padahal orang tersebut belum tentu seperti apa yang kita pikirkan.

Well, Kumpulan Cerita Inspiratif Taman Pelangi ini bercerita tentang kehidupan anak-anak yang ada di komplek Taman Pelangi. Ada 25 cerita di buku ini yang mengajak anak-anak untuk belajar arti nilai kebaikan kepada orang lain, seperti menghargai pertemanan, menghargai alam semesta, menyayangi sesama, berani berbuat baik, berbagi, bersyukur dan nilai-nilai pembangunan karakter lainnya untuk anak-anak.

Anak ibu kos yang suka banget liat gambar-gambar di buku
Pesan pertama yang bisa kita petik dari salah satu judul "Oleh-Oleh Papa" yang menjadi cerita pembuka di buku Taman Pelangi. Ini tentang Kania yang merasa kesal sama terhadap orang tuanya karena setiap kali orang tuanya berpergian ke luar negeri, dia selalu dibawakan oleh-oleh berupa magnet kulkas, lagi dan lagi. Dia marah karena magnet-magnet itu bukan yang dia inginkan. Namun akhirnya ia sadar, ketika melihat dan merasakan apa yang dialami Mila, sepupunya. Yang ayahnya sudah tidak ada lagi karena meninggal, dan belum sempat keliling dunia seperti ayahnya Kania yang selalu membelikan oleh-oleh berupa magnet kulkas. Padahal oleh-oleh magnet kulkas itu punya pesan tersembunyi yang ingin disampaikan oleh Ayahnya kepada Kania. Yaitu agar Kania bisa belajar banyak hal dari magnet-magnet yang Ayahnya bawa dari luar negeri, yang biasanya menggambarkan salah satu ikon negara yang didatangi. Di cerita ini, ada pesan bahwa kita harus menghargai usaha seseorang yang sudah membawakan/memberikan hadiah kecil itu. 

Lalu ada juga yang saya suka, pesan yang menyentil hati saya, yang judulnya "Jangan Bilang Siapa-siapa" kayak judul lagu, ya? Ini tentang kaos kaki Isman yang bau karena tidak pernah diganti. Sehingga Isman dihindari oleh teman-temannya karena kaos kakinya yang bau itu. Namun teman-temannya nggak ada yang berani menegur Isman atau mengingatkan bahwa kaosnya sudah nggak layak pakai lagi, karena selain bau kaosnya itu juga sudah bolong, karena takut menyingung perasaan Isman. Tapi untungnya ada Luki, teman bermainnya, yang memberanikan diri bertanya kepada Isman, kenapa Isman tidak pernah mengganti kaos kaki dan sepatunya? Yang akhirnya Luki tau, bahwa Sandal Isman hilang karena dimaling. Sehingga Isman tidak punya sandal, yang berakibat ia harus kemana-mana menggunakan sepatunya, ke masjid, ke sekolah, belajar kelompok, atau main ke rumah teman sebagai alas kakinya. Dan Isman sendiri adalah anak yatim piatu yang hanya tinggal berdua dengan kakeknya. Dia hanya punya sandal dan sepatu, jadi ketika salah satu hilang, dia terpaksa menggunakan itu setiap hari, karena belum mampu untuk membeli yang baru. Isman juga sadar bahwa kaos kaki dan sepatunya bau, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Dari sini, kita bisa petik pelajaran, seandainya Luki tidak bertanya mengapa Isman seperti itu, mungkin Isman akan terus dijauhi oleh teman-temannya. Dan Isman juga tidak berani memberitahu karena malu. Tapi dengan keterbukaan, bercerita, bertanya, memberitahu. Kita jadi paham mengapa menjadi seperti itu. Karena banyak sekali renggangnya hubungan pertemanan karena kita suka salah paham. Pun, termasuk dengan tetangga seperti Isman dan Luki begini.

Saya punya tetangga baru, yang membawa kucing, kucingnya sering pup dan bau, Tetangga fine-fine aja, karena merasa kita nggak terganggu dengan bau pup kucing. Tapi aslinya kami merasa sebal dengan hal itu. Tapi nggak berani bilang, takutnya dibilang bawel, atau tetangga baru nggak suka dengan teguran dan sebagainya. Tapi saya belajar dari cerita Isman dan Luki, kita harus berani, mengutarakan sesuatu, yang tidak kita suka kepada orang lain, untuk kebaikan bersama.

Ah, banyak sekali pesan-pesan menarik yang bisa diambil dari buku Kumpulan Cerita Inspiratif Taman Pelangi yang saya baca ini. Buku ini cocok banget untuk anak-anak karena cerita yang ditulis Mbak Laras Ayu ini memang ditujukan untuk anak-anak.

Dan menariknya lagi di setiap judul cerita, ada gambarnya sebagai ilustrasi untuk melengkapi cerita tersebut, jadi pasti anak-anak akan senang membaca cerita sambil melihat gambarnya seperti apa, jadi mereka bisa berimajinasi, masuk ke dalam cerita.

Info Buku: 
Judul: Kumpulan Cerita Inspiratif - Taman Pelangi
Jumlah Halaman: 108
Tanggal Terbut: 18 September 2017
ISBN: 9786020421483
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Elex Media Komputindo
Berat: 0.1000 kg
Lebar: 15 cm

Buku ini mengisahkan tentang kehidupan di sebuah kompleks yang bernama Taman Pelangi. Masing-masing warganya menghadapi masalah yang melibatkan orang sekitarnya. Dari sini anak-anak belajar tentang bagaimana bersosialisasi dengan sesama. Berani menerima perbedaan.

3 comments:

  1. Bukunya baguss,magnet kulkas..jadi inget,aku punya magnet kulkas switzerland dr Mbk Indah mami boo

    ReplyDelete
  2. Bukunya bagus, ya? :D Jadi pengen belikan satu buat anakku.

    ReplyDelete
  3. gambar2nya aku sukaaa. paling suka buku cerita anak yang ada ilustrasinya :))

    ReplyDelete

Tinggalkan Jejakmu