Saturday, 8 October 2016

Jejak Langkah Negeriku Dalam Drama Musikal Khatulistiwa





“Setiap individu dapat menjadi pahlawan bagi orang terdekat, teman dan ruang sosialnya – terlepas ruang dan waktu. Karakter hebat yang telah dilakukan oleh para pahlawan bangsa sebagai pendahulu” - Tiara Josodirdjo (Josodirdjo Foundation)

Selasa 4 Oktober 2016 lalu hari yang sangat special buat saya, karena bisa menyaksikan sedikit cuplikan Drama Musikal Khatulistiwa: Jejak Langkah Negeriku, bersama teman-teman media dan blogger serta tim dari Drama Musikal Khatulistiwa itu sendiri di Lamoda Café, Plaza Indonesia, Jakarta. Hujan yang mengguyur sejak saya menuju Stasiun Bojong Gede (Bogor) sampai di kota Jakarta yang padat tak membuat gentar hati ini untuk terus melangkah. Semangat Hari kepahlawan dan Sumpah Pemuda sangat terasa saat saya memasuki area, tempat berlangsungnya konferensi pers Drama Musikal Khatulistiwa.


Drama Musikal Khatulistiwa ini diprakarsai dan dipersembahkan oleh Bank CIMB bersama Josodirdjo Foundation dan Zigzag Indonesia dalam menyambut Hari Pahwalan Nasional yang jatuh setiap tanggal 28 di bulan November mendatang. Inisiatif membuat sebuah drama Musikal bertajuk Khatulistiwa  ini bertujuan mengajak generasi muda Indonesia untuk lebih mengenal seni kekayaan dan budaya Indonesia melalui cerita dan jejak-jejak Pahlawan  di negeri ini. Drama ini nantinya akan dipentaskan di Teater Taman Ismail Marzuki pada selama dua hari dari tanggal 19-20 November 2016.

Rio Dewanto (Aktor), Adjie N.A (Sutradara), Asep Kambali (Sejararawan), Ibu Tiara Josodirdjo (Produsuer Eksekutif), Bpk Tigor (CIMB) dan Melvi Tambubolon (Produser).


Hal ini juga berawal dari kekhawatiran Ibu Tiara Josodirdjo, selaku founder atau pendiri Josodirdjo Foundation yang baru berdiri tahun ini, terhadap anak-anaknya yang tidak terlalu banyak mengetahui tentang Indonesia, ketika ditanya sejarah-sejarah dan pahlawan dari negaranya sendiri. Padahal menurutnya, anak-anak itu adalah akar dari sebuah pohon (Negara) jika anak-anak saja tidak banyak tahu tetang negaranya sendiri, bagaimana bisa nantinya bangsa ini tetap bisa menjadi kuat, hebat dan bertahan dari gempuran arus budaya dari luar. Kita harus tahu siapa diri kita (Negara Indonesia), dengan begitu kita bisa mempertahankan kekuatan bangsa ini.

Adjie N.A (Pegho Teater) selaku sutradara Drama Musikal Khatulistiwa mengatakan, jika dulu para pahlawan berjuang mempertahankan Negara ini dengan berperang, maka drama Musikal Khatulistiwa merupakan salah satu bentuk perjuangan sebagai generasi penerus itu sendiri.
Seperti yang saya bilang diatas, tamu-tamu yang hadir pada acara konferensi pers hari itu ditunjukkan sedikit cuplikan cerita kepahlawan Pangeran Hassanudin yang berasal dari Sulawesi dan sejarah penjajahan yang dilakukan bangsa Spanyol dan Belanda terhadap Indonesia. Namun sebelum itu, kita dibuat haru oleh lantunan lagu Tanah Airku yang dibawakan oleh Gabriel (Gaby) dengan suaranya yang merdu, yang merupakan salah satu tim penata musik sekaligus pelatih vocal dalam pementasan drama ini. Sedikitnya ada sekitar 50 lagu Indonesia serta tarian-tarian Nusantara yang bisa kita nikmati dalam pertunjukkan ini nantinya.



Gabriel Harvianto (foto: CIMB)

Tak hanya bercerita tentang kepahlawanan yang sudah dikenal masyarakat luas, seperti Pangeran Hasanudin, Cut Nyak Dien, Christina Martha Tiahahu, Dewi Sartika. Namun dalam Drama Musikal Khatulistiwa ini juga akan menceritakan para pejuang lainnya yang sudah turut serta berjuang untuk Indonesia.
Turut hadir hari itu actor dan aktris yang ikut berperan dalam drama, Rio Dewanto dan Kelly Tandiono. Rio sendiri nantinnya akan memerankan dua tokoh pahlawan, salah satunya sebagai Sisingamaraja XII Sumatera Utara. Selain Rio dan Kelly, Drama ini juga melibatkan 100 talenta lainnya, diantaranya ada Tika Bravani, Epy Kusnandar, Sita Nursanti ‘RSD’ dan masih banyak lagi.

Ingin tahu lebih banyak tentang Drama Musikal Khatulistiwa? Teman-teman bisa kunjungi official akunnya di twitter @M_Khatulistiwa dan Instagram @MusikalKhatulistiwa yang saat ini banyak memberikan info kepahlawan dan kuis untuk mendapatkan tiket nonton bulan November nanti. Selain itu kita juga mengikuti kontes #AksiDariHati di websitenya www.musikalkhatulistiwa.com/aksidarihati

7 comments:

  1. Mel, liat cuplikan drama musikalnya aja udah kren, Apalagi pertujukannya jd penasaran nih....

    ReplyDelete
  2. Duh, Bang Riooo.. Ngepens banget Dedek sama Abang! :D

    Iya bener Mbak, anak zaman sekarang banyak gak tau pahlawan Indonesia. Miris ya. Padahal dulu zamannya aku mesti apal loh :(

    ReplyDelete
  3. Yuk jangan lupa nonton bareng keluarga Drama Musikal Khatulistiwa biar tahu sejarah.

    ReplyDelete
  4. Mengenalkan sejarah, masih jadi salah satu peer terbesarku kepada anak-anak. Bersyukur ada Drama Musikal Khatulistiwa. Belajar sejarah jadi menyenangkan.

    ReplyDelete
  5. aaaah keren bangeet ini Mel..pasti seru yaaa saksikan langsung :)

    ReplyDelete
  6. Mbakkk Melll ayok nonton barenggg huaaaah! cant wait to watching!

    ReplyDelete

Tinggalkan Jejakmu