Saturday, 29 April 2017

Legenda Lamafa dari Negeri Dua Samudera

Legenda Lamafa
Apa cita-citamu? Tanya seorang ibu kepada anaknya. Cita-citaku adalah mengalahkan diri sendiri. Aku akan memperkaya diri  dengan ilmu pengetahuan, karna hanya dengan ilmu pengetahuanlah cita-citaku dapat tercapai - Bintang Tenggara
Sebuah permulaan yang menarik untuk memulai sebuah cerita, pertanyaan yang sebenarnya mudah dijawab. Tapi apakah jawaban itu akan tercapai jika hanya diucapkan? Sedangkan menurut kitab falsafah, musuh terbesar kita sebagai manusia adalah diri kita sendiri. Bagaimana bisa kita berhasil menggapai cita-cita jika kita sendiri bermalas-malasan untuk mencapainya.

Yup, bener banget, kan? Kita nggak mungkin mencapai tujuan, kalau kita sendiri malas untuk bergerak.
Beberapa hari ini saya lagi 'terusik' banget dengan salah satu cerita tentang 11 Legenda Lamafa yang di posting oleh seorang pengarang cerita dan menyebut dirinya sebagai Pendekar Bayang di laman fiksi digital Ceritera.net. Awalnya saya nggak begitu tertarik, apalagi 11 Legenda Lamafa ini genre-nya fantasi, yang sama sekali bukan genre cerita kesukaan saya. Saya pikir selama ini saya pun nggak terlalu suka dengan cerita-cerita silat yang nama-nama karakternya terkadang sulit sekali saya hapalkan, termasuk jurus-jurus maupun nama-nama senjata yang digunakan pendekar/tokoh dalam cerita silat.
Oh ya sebentar, ngomongin ceritera.net. Ini adalah website yang mengumpulkan cerita dari berbagai genre. Kalau dilihat dari keterangan yang dibuat, ceritera.net ini memuat cerita secara terjadwal. Cerita-ceritanya dibuat bersambung, jadi kita akan dibuat penasaran dengan kelanjutan ceritanya. Sama seperti saya yang penasaran banget sama episode-episode lanjutan dari puluhan episode 11 Legenda Lamafa. Jujur, tadinya saya malas membacanya. Tapi, setelah membaca 1-2-3 episode. Saya justru mendapatkan pengetahuan baru terutama soal tradisi dan kearifan budaya lokal di satu daerah.

Nah, mumpung saya lagi semangat, saya mau mengulas sedikit cerita Legenda Lamafa ini ya, nanti kalau teman-teman penasaran ceritanya seperti apa, monggo dibaca sendiri di link ceritera.net 11 Legenda Lamafa. Cerita Legenda Lamafa ini cocok banget buat kalian yang suka sama cerita dengan plot yang berbelit-belit atau yang ngaku suka sama cerita-cerita silat.

Legenda Lamafa ini adalah novel bersambung yang menceritakan tentang  perang antara manusia dan siluman melalu cerita rakyat dan tradisi turun temurun yang ada di Lembata, Nusa Tenggara Timur, tentang perburuan Paus di lautan oleh nelayan yang ada di desa Lamalera. Cerita yang menggunakan daya imaji ini membuat kita berfantasi ikut masuk dalam cerita rakyat Lembata dan seolah-olah ikut dalam petualangan Bintang Tenggara, nama tokoh utama dalam cerita Legenda Lamafa yang terdampar di Pulau Komodo. Unik dan bikin penasaran karena menceritakan soal perubahan peradaban dunia dan bagaimana manusia beradaptasi dari setiap perubahan yang terjadi.

Unik karena nama-nama pulau yang disebutkan dalam cerita Legenda Lamafa ini menggunakan istilah untuk menunjukkan populasi hewan, seperti Pulau Barisan Barat atau Pulau Sumatera yang terkenal dengan Gajah Sumatera, Pulau Belantara Pusat (Kalimantan) dengan Orang Utan-nya, Babirusa yang ada di Pulau Logam Utara (Sulawesi), Badak dari Pulau Jumawa Selatan (Jawa) dan terakhir Cendrawasih dari Pulau Mutiara Timur (Papua). Sedangkan untuk menggambarkan Indonesia, pengarang menyebutnya sebagai Negeri Dua Samudera, yang tak lain karena Indonesia letaknya diapit oleh dua samudera. Penjelasan ini bukan ditulis langsung oleh pengarang, tapi dari mengaitkan satu fakta ke fakta lainnya, sehingga saya menjadi tau dan menyimpulkan sendiri apa yang dimaksud oleh penulis.

Pun nama-nama tokoh lain yang ada di ceritera legenda Lamafa ini, pengarang membuatnya menggunakan nama-nama tempat, seperti nama Lamalera, temannya Bintang Tenggara. Lamalera ini sendiri adalah nama desa yang ada di Lembata yang terkenal dengan kisah pemburu Paus, artinya cantik dan pemberani, sedangkan nama Kepala Dusun di Pulau Peledang Paus itu adalah Lembata Keraf, Lembata adalah nama pulau, sedangkan Keraf, setelah saya googling, bisa jadi itu adalah nama Marga dari sebuah keluarga yang ada di daerah situ.

Jujur saat menulis sedikit ulasan ini, saya baru membaca Legenda Lamafa sampai episode 12 (Delapan Penjuru Mata Angin -1), dan baru mendapatkan satu fakta bahwa kisah para Lamafa ini sudah terkenal dari jaman dulu hingga ke penjuru dunia, kisah Lamafa ini bukan tentang fiksi dan fantasi saja, tapi menceritakan sejarah dan mengenalkan tradisi serta kearifan budaya lokal melalui cerita yang berbeda. Lamafa sendiri artinya adalah juru tikam (pemburu paus dalam tradisi yang ada di Lamalera).

Membaca Legenda Lamafa ini buat saya seperti sedang bermain teka teki, otak dipaksa untuk bekerja untuk memecahkan pertanyaan-pertanyaan yang sedikit membingungkan dari semua cerita yang sudah saya baca. Terutama soal sejarah dan cerita rakyat di Flores Nusa Tenggara Timur. Dari cerita legenda Lamafa ini, saya belajar untuk mengetahui banyak hal yang ada di sana. Namun memang, seperti yang saya bilang diatas, untuk benar-benar mengetahui sejarahnya, kita harus tau apa yang dimaksud oleh pengarang. Karena si penulis sendiri menggunakan istilah-istilah yang saya sebut seperti teka teki. Membaca Legenda Lamafa ini saya ditemani sebuah kamus bernama Google, jadi setiap kali ada hal baru yang saya temukan, saya langsung mencari tau arti dan maksudnya apa. Seperti Dusun Peledang Paus, setelah saya kaitkan fakta-fakta dari cerita ini, Dusun Peledang Paus ini bisa jadi adalah nama Lamalera, nama desa yang terkenal dengan tradisinya berburu paus. Peledang artinya perahu yang digunakan nelayan untuk berburu paus.


Banyak kosakata baru yang saya temukan dalam cerita ini termasuk penggunaan kata Ceritera yang menjadi nama website dimana legenda lamafa ini diposting. Ceritera atau cerita?
Gergasi yang saya pikir tadinya adalah typo dari gergaji. Namun ternyata artinya adalah raksasa besar yang suka makan orang.
Membaca Legenda Lamafa ini perasaan saya sama seperti perasaan Bintang saat menerima pengetahuan baru dari sang guru Komodo Nagaradja (episode 10), -Tatapan mata Bintang berbinar. Hatinya penuh gairah. Informasi mendalam tersebut membuka wawasan akan dunia yang selama in asing. Ia seperti spons yang sedang menyerap aliran informasi baru dengan deras-.

Saya pun merasakan seperti Bintang, bergairah untuk mengetahui tentang Flores melalui cerita legenda Lamafa ini lebih banyak lagi. Karena jujur, kemampuan dan pengetahuan geografi saya minim sekali. Seringkali saya tidak bisa membedakan, Komodo itu adanya di Nusa Tenggara Barat atau di Nusa Tenggara Timur. Tapi dari Legenda Lamafa ini wawasan saya jadi bertambah dengan sejarah baru dari Pulau yang terkenal dengan hewan Komodonya ini.


10 comments:

  1. Jadi pengen baca ceritanya, penasaran kayak apa kisahnya, otw ke websitenya :D

    Makasi infonya, mau baca dulu ceritanya hehe... makasi juga linknya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggo, ceritanya asik bgt. Tiap episodenya bikin penasaran :D

      Delete
  2. jadi penasaran. batu baca judul postinganmu aja aku udah tertarik, jadi aku harus baca ini legendanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus, kamu harus baca Isti.
      Ini keren bgt menurutku.
      Udah lama gak baca serial silat begini.

      Delete
  3. Cerita seru banget seperti nya Mbak. Jadi penasaran

    ReplyDelete
  4. Yang saya sayangkan, walau bergendre fantasi cerita bersambung ini tidak layak dibaca untuk anak-anak, sayang banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya belum baca sampai selesai, coba nanti diteliti lg deh, cocok ga dibaca anak2 :)

      Delete
  5. Terima kasih atas kunjungan ke ceritera.net. Semoga betah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih jg sudah berkunjung ke sini, admin.

      Delete

Tinggalkan Jejakmu