Thursday, 2 June 2016

Jangan Pernah Liburan ke Pulau Pahawang

sunrise et pahawang

Kata orang, kalau pikiran mulai kusut, otakpun rasanya semrawut, kerja udah nggak semangat, itu tandanya kita butuh piknik atau liburan, menghilangkan segala penat dari rutinitas yang mulai membosankan.
Setahun belakangan ini, saya sering merasakan itu. Mirip-mirip hidup segan mati tak mau. Saya berusaha mencari cara kesibukan biar otak nggak tumpul dan jadi berpikiran sempit. Dan itu nggak semudah yang dibayangkan. Butuh keberanian dan keyakinan bahwa perasaan ini hanya cuma karena saya sedang bosan, bukan bosan dengan hidup. Tapi bosan..ah, entahlah. Sulit sekali menggambarkan apa yang terjadi.


dermaga pahawang

Sudah berapa kali saya mengalami hal seperti ini? Terakhir, sepertinya ketika pertama kali saya mulai ngeblog di blogdetik 2009 silam. Blog jadi pelampiasan saya ketika pikiran bosan itu mulai menari-nari, blog jadi tempat curhat menumpahkan segala isi hati yang terpendam tak bisa dikeluarkan. Blog menjadi tempat sampah, menampung semua keluh kesah.
Tapi sekarang? blog ini hampir seperti tempat mencari uang, lebih banyak sponsored post-nya ketimbang curhat pribadi..hihi. Tapi, nggak apa-apa sih, karena kalau nggak punya uang, pikiran sempit sayapun akan semakin menjadi-jadi, hahaha.

yeah :D

so?

Oke, udah curhatnya, ya..
Sekarang, saya mau cerita liburan tiba-tiba saya ke pulau Pahawang akhir pekan lalu. Sebenarnya, saya niat pulang ke Lampung pas long weekend (minggu sebelumnya). Tapi, karena ada sedikit halangan, saya membatalkan pulang. Dan, mungkin memang sudah rezeki saya, ada seorang kawan, seorang ibu baik hati dari Jogja, namanya Ibu Siti Hairul yang punya blog www.catatansiemak.com. Dia mengikuti sebuah lomba foto di instagram di akun @bakrie_amanah dan dinyatakan sebagai pemenang dengan hadiah trip gratis ke pulau Pahawang. Tapi, karena anaknya Mbak Irul mau UAS, dia nggak bisa ikut, jadi hadiahnya dihibahkan ke teman-teman yang bisa pergi.
Waah, pucuk dicinta ulampun tiba, saya langsung menyambar tawaran itu. Kebetulan banget, saya mau pulang ke Lampung, kebetulan karena ibu di rumah lagi beres-beres habis renovasi dapur. Jadi sebagai anak yang baik dan berbakti kepada orang tua, saya musti membantu *preeett. Hehe.

Saya, Esti dan Restu
Ngapain mbak?

Singkat cerita, saya akhirnya berangkat ke Pulau Pahawang bersama tim dari Bakrie Amanah dan pemenang lainnya dari lomba foto tersebut, meeting poinnya di gedung Bakrie Epicentrum jam 10 malam hari Jumat (13/05), dengan perkiraan sampai di Dermaga Ketapang jam 7 pagi. Tapi, jalanan Jakarta nggak bisa diprediksi, alias macet parah, Mas Asep dari Bakrie Amanah yang bertugas menjadi driver yang mengantarkan kami ke Pulau Pahawang jadi sedikit telat. Belum lagi pas sudah di Pelabuhan Merak, antrian kendaraan pun sedikit memadat, mungkin karena banyak juga yang mau liburan ke Lampung. Jadi tertahan deh, hingga kami masuk kapal sekitar pukul 2 pagi dan sampai di Ketapang sekitar jam setengah delapan. Sesampainya kami langsung sarapan dan berganti pakaian sembari menunggu rombongan wisata lain dari Jakarta yang juga telat, di sebuah warung yang (hmm agak jorok menurut saya). Ada mungkin sampai 2 jam kami menunggu untuk bisa menyeberang ke Pulau Pahawang dari Dermaga Ketapang. Mungkin karena weekend, wisatawan yang datang cukup ramai. Menurut ibu pemilik homestay ketika kami sudah sampai di Pahawang, pas long weekend sebelumnya, Pulau Pahawang didatangi wisatawan mencapai 9ribu orang. Wow banget ya, ini luar biasa.
Nggak heran sih, kenapa tempat ini menjadi favorite untuk berlibur dari rasa penat yang menggerogoti. Karena rekomended banget menjadi alternatif liburan murah dan dekat dari ibukota Jakarta. Nggak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup menyeberangi Selat Sunda menggunakan Kapal Ferry, pemandangan indah nan cantik serta pengalaman yang nggak bisa dilupakan dapat kita nikmati sepuasnya..

Cuma liat?

Nemo, how are you?

Perjalanan laut dari Dermaga Ketapang ke Pulau Pahawang memakan waktu 1 jam lebih, itu perkiraan, karena kemarin kami tidak langsung ke Pahawang, melainkan mampir dulu ke Pulau Kelagian Lunik untuk menikmati pantai dan melakukan gerakan pemanasan (yang emang panas banget mataharinya) supaya pas berenang di laut nggak terjadi kram. Setelah itu kita  melanjutkan untuk snorkeling dipinggiran pulau sebentar hingga jam makan siang tiba. Air di sana benar-benar jernih banget lho, kedalaman laut 2 meter saja masih bisa melihat karang-karang cantik dan ikan yang sedang berenang.

Kelagian

1.. 2 ..3

Tapi saya sarankan, jangan pernah liburan ke Pulau Pahawang, kenapa?

Karena, snorkeling di perairan pulau ini benar-benar menjadi candu, jadi kalau nggak mau kecanduan berenang bareng ikan, jangan pernah liburan ke sini, kalau nggak mau kulit hitam legam jangan pernah liburan ke laut, kalau nggak mau melihat taman bawah laut yang begitu menakjubkan, udah deh, nggak usah pernah ke Pahawang. hehe. Ada banyak lagi sih sebenarnya alasan jangan pernah ke Pulau Pahawang.
Duh, saya menyesal, kenapa baru sekarang bisa ke sana, padahal setiap pulang ke Lampung, Om Yopie dan teman-teman di sana selalu mengajak untuk ke sini. Ayoook, Mell, ayoook, Mell. Ah tapi ngeselin, setiap ajakin itu mereka lontarkan, tiap kali itu pula saya sudah mau berangkat lagi ke Bogor. Hahaha. Belum lagi kalau Mbak Indah Nuria (Mama Bo) orang Lampung yang suka diving dan sekarang stay di New York sana memamerkan foto-foto ikan Nemo yang ada di Pulau Pahawang. Nambah ngeselin!

Tapi sekarang saya nggak perlu iri lagi melihat teman-teman punya foto narsis di bawah laut. Cekreek :p


Are you Patrick?
Makanya, saya menyebut perjalanan ini adalah keberuntungan dan rezeki baik dari sebuah pertemanan. Teman-teman baik sejatinya selalu membawa kebaikan, betul, ya?
Begitu pun perjalanan ini. Allah maha baik, di saat saya sedang 'lelah' dengan keseharian, Allah memberikan liburan gratis, mungkin ini sebagai ganti batalnya saya ikut trip ke Ternate dari Detikcom pas momen GMT bulan Maret kemarin karena sakit. Jadi, sebagai pengobat hati, diberikanlah hadiah ini melalui Mbak Irul dan Bakrie Amanah. Oh, terima kasih banyak tak terhingga Mbak... *hug :D

Bakrie Amanah
Saya benar-benar menikmati liburan itu, menyelam dan memandangi ikan-ikan berenang di antara terumbu karang di Taman Laut Pahawang. Tapi, liburan saya sedikit nggak tenang, karena walau bagaimanapun, kebahagian saya ini diatas sedih hati Mbak Irul yang nggak jadi pergi. Hihihi, tapi tenang, saya udah beli oleh-oleh kok buat Mbak Irul, sebagai penggantinya, semoga suka. ^^



19 comments:

  1. bener..jngan pernah.. nnti kamu ketagihan >_<..
    dan susah kalo posisi udah jauh dr lampung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tinggal nyebraaang, lan haha.
      Deket kok :p

      Delete
  2. alhamdulillah, udah ke sini, dan ketagihan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilla, seru ya mbak.
      Aku nagih banget nih ke sini :D

      Delete
  3. Tempat wisata yang keren dan bikin ketagihan dan baper bagi yang belum pernah ke sana hehehe :)

    ReplyDelete
  4. Menggoda sekali tempatnya Mel. Pingin juga ke sana. Belum pernah.

    ReplyDelete
  5. Pahawang Island, saya jadi tambah mupeny liat airnya yang jernih~

    ReplyDelete
  6. kalau masalah snorkling pasti saya ketagihan.. masukin jadwal pahawang. :)

    ReplyDelete
  7. Pahawang memang cantiiiik...seru ya main ke sana dan snorkeling apalagi..cantik abis :)

    ReplyDelete
  8. aku baca ajah langsung pengen kesana mel... pengen naik2 perahu gitu di tengah2 :))

    ReplyDelete
  9. Halan2 emang bs menjadi obat dari kepenatan ya ;-)

    ReplyDelete
  10. wah, jadi cukup penasaran pingin nyoba langsung liburn di pulau pahawang ini. jadi, jangan pernah liburan ke pulau pahawang bukan karena pulau ini buruk, justru karena menakjubkan ya.. wahahaha

    ReplyDelete
  11. Tulisanmu ini lho, deskriptif banget tentang pahawang, jadi penasaran nih Mell, kaya apa surga di Lampung itu

    ReplyDelete
  12. wuih asyik bgt... rezeki :)
    pengen liburan ke sana, tp saya orangnya takut air... gmn atuh, heuheu...

    ReplyDelete
  13. Keren banget tempatnya, saya kebetulan di jawa. pantainya pantai selatan. gk bisa buat nyelem kayak di pantai pulau pahawang. jd pngen kesana..

    ReplyDelete
  14. Ga pernah bosan datangi pulau Pahawang dan Kelagian.
    Kapan2 kita jalan bareng kemari ya, ke spot2 yang masih bagus dan belum didatangi wisatawan :)

    ReplyDelete
  15. Aku aja yg orang lampung belum pernag lho mbak kpahawang.. *KatroYaMbak 😢

    ReplyDelete
  16. aku fokus ke nemo, hahaha. aku gak akan pernah ke pahawang, gak akan pernah sekali, tapi akan berkali-kali, hahaha

    salam,
    ara

    ReplyDelete

Tinggalkan Jejakmu