Tuesday 28 March 2023

3 Semen Unggulan sebagai Material Bangunan untuk Rumah Baru

Sebagai pasangan yang baru menikah dan saat ini tinggal di sebuah kontrakan, tentu saya dan suami punya keinginan atau cita-cita memiliki rumah sendiri untuk kami tinggali di masa depan bersama anak-anak. Walaupun rumah kontrakan ini milik keluarga suami sendiri dan kami tidak perlu membayar sewa setiap bulannya, tapi punya rumah dari hasil ‘keringat’ sendiri akan jauh lebih nyaman dan menenangkan. 

rumah-klasik-gaya-belanda
Rumah Gaya Belanda. csr: rumah123

Tidak perlu rumah yang mewah, megah dengan harga milyaran, namun rumah minimalis dengan taman yang cukup untuk menanam sayuran atau beraneka ragam bunga jadi impian saya selama ini, dan berdua suami ternyata kami punya impian yang sama. Yaitu, ingin punya bangunan rumah yang sedikit jadul, tidak terlalu besar yang konsepnya seperti rumah klasik bergaya jaman kolonial Belanda dulu. Jadi, kami memilih membeli tanah di tengah-tengah warga (kampung), yang strategis, dan bukan bangunan yang sudah jadi yang ada di komplek perumahan.

Saat ini, kami mulai menabung dan menyicil untuk mengumpulkan material dan informasi apa saja yang dibutuhkan untuk membangun rumah dengan konsep jadul tersebut.

Namun hal pertama yang harus dipikirkan adalah efisiensi-nya, mengenai biaya atau budget yang harus dikeluarkan untuk membangun rumah, dengan menyesuaikan luas tanah dan bangunan, memilih bahan bangunan, serta lamanya waktu pengerjaan.

Memilih Bahan Bangunan

Rumah adalah tempat pulang yang paling diinginkan, sehingga memilih hunian tempat tinggal yang nyaman menjadi cita-cita semua orang. Pemilihan bahan bangunan menjadi hal yang penting harus dipikirkan untuk efisiensi membangun rumah. Seperti memilih semen, batu bata, genteng, keramik, kayu dan lainnnya.

Dari masukan-masukan tukang bangunan dan baca-baca artikel di internet, saat ini ada beberapa pilihan varian penggunaan batu bata sebagai kontruksi tembok/dinding. Karena teknologi sudah semakin maju, bata merah jadi punya ‘saingan’ baru yang digunakan untuk membangun rumah, ada pilihan lain yaitu Bata Press atau yang lebih dikenal dengan Batako dan juga Hebel atau Bata Ringan. 

bahan-bangunan
Perbedaan Bata Bahan Bangunan

Bata dan semen ini kan jadi material penting dalam membangun rumah, sehingga saya dan suami membandingkan dua material ini untuk membangun rumah impian kami nanti, dari sisi harga dan kualitas, agar hasilnya bisa maksimal.
  • Bata Merah
Bata merah yang terbuat dari tanah liat ini termasuk material yang paling umum digunakan masyarakat kita, karena mudah ditemukan dan ketahanannya sudah teruji sejak dulu. Untuk harganya juga tergolong murah, apalagi jika membeli bata merahnya langsung ke Tobong (tempat atau produsen pembuatan bata merah).
  • Batako Press
Pilihan kedua ada di Batako Press yang terbuat dari campuran Semen dan Pasir, atau ada juga produsen yang mencampuri dengan bahan lain seperti kapur, semen dan batu bara.

Batako Press sekarang mulai banyak digunakan dan menjadi trend baru orang-orang dalam membangun rumah. Karena harganya yang juga terjangkau dan juga mudah ditemukan.
  • Bata Ringan
Sesuai namanya, Bata ringan atau hebel ini mempunyai bobot yang ringan, dan sekarang menjadi pilihan banyak orang menjadi bahan untuk membuat kontruksi bangunan, jika dibandingkan dengan bata merah atau batako press, bata ringan memiliki banyak kelebihan.

Bata ringan yang terbuat dari campuran adonan pasir, semen, batu kapur, gypsum, air dan aluminium bubuk ini banyak direkomendasikan oleh beberapa tukang bangunan dekat rumah. 

bahan-bangunan
Bata Ringan. scr.kompascom

Salah satu kelebihannya adalah proses pemasangan bata ringan yang lebih praktis dan cepat karena mempunyai ukuran dan bobot yang ringan. Selain bata ringan juga punya ketahanan yang kuat seperti beton, dan mampu meredam getaran dan meminimalisir hantaran panas, karena bisa menyerap panas dari luar, sehingga lebih hemat energi (penggunaan listrik di rumah). Salah satu yang direkomendasikan adalah bata ringan dari SCG Smartblock.

Dibanding bata merah dan batako press, harga bata ringan memang sedikit lebih mahal dari keduanya. Namun, jika dilihat dari beberapa kelebihannya, bata ringan bisa menjadi pilihan saya dan suami untuk membangun rumah, karena bisa menghemat biaya pembangunan.

3 Semen Yang Menjadi Unggulan Dalam Membangun Rumah


Lalu material penting lainnya ialah pemilihan semen sebagai bahan bangunan utama. Di Indonesia, ada banyak merek semen PCC (Portland Composite Cement) yang terkenal dan sudah terjamin kualitasnya. Namun, ada 3 merek semen yang menjadi unggulan dalam membangun rumah, di antaranya;
  • Semen SCG
    Semen SCG PCC 40 kg ini punya daya ikat yang kuat, formulanya disesuaikan untuk pekerjaan bangunan yang membutuhkan keterampilan. Daya rekat tinggi dan rendah penyusutan. Dan bisa diaplikasikan untuk beton, pasangan bata ataupun pekerjaan kontruksi bangunan lainnya.

    semen scg pcc 40 kg
    Semen SCG PCC 40 Kg

  • Semen Tiga Roda
    Semen Tiga Roda PCC 50 kg sudah sering kita dengar dan paling familiar digunakan untuk bangunan-bangunan pada umumnya. Sama halnya dengan semen-semen PCC lainnya, Semen Tiga Roda juga memiliki daya rekat yang kuat dan mempunya panas hidrasi yang rendah, sehingga proses pendinginannya pun lebih cepat.
    Semen Tiga Roda

  • Semen Padang
    Semen Padang PCC 40 kg adalah merek semen tertua di Indonesia, dari sejarah yang saya baca, Semen Padang merupakan pabrik semen pertama di Indonesia yang terletak di Indarung, Sumatera Barat, yang memang terkenal dengan bahan baku semen terbaik di Indonesia. Hingga saat ini Semen Padang masih menjadi unggulan dan digunakan banyak orang, karena semennya memang berkualitas tinggi.
    Semen Padang
Tentu, dalam pemilihan semen ini kami melihat harga dan aplikasi hasil akhirnya berdasarkan rekomendasi dari beberapa tukang bangunan yang sudah mengenal beberapa jenis semen yang mereka kerjakan selama ini. Jika ingin mempersingkat waktu pengerjaan, Semen SCG PCC 40 Kg bisa menjadi pilihan kami. Karena Semen SCG PCC 40 Kg punya formula khusus yang disesuaikan untuk efisiensi kontruksi pembangunan.

Formula khusus dari Semen SCG ini juga membuat tekstur semen lebih halus, daya rekatnya juga lebih kuat sehingga mudah untuk diaplikasikan dan mudah kering. Hasilnya pun jadi lebih halus, kuat dan bagus. Selain itu, proses pengeringannya juga cepat, sehingga menghemat waktu dalam pengerjaan, dan tentunya biaya kontruksi.

Well, selain tiga semen unggulan yang di atas, masih banyak pula merek semen lainnya di Indonesia yang bisa menjadi pilihan, namun jika ingin hasilnya berkualitas, Semen SCG sangat direkomendasikan oleh beberapa tukang bangunan di sekitar rumah saya. Karena ya itu tadi, Semen SCG ini kuat dan tahan lama.

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih - @melfeyadin