Beberapa waktu lalu, salah satu teman saya cerita, dia baru saja dipanggil pihak sekolah karena anaknya yang sudah kelas 2 SMP tidak mengerjakan tugas-tugas sekolah yang diberikan g isuru selama ini secara online. Teman saya itu menceritakan kembali apa yang dikatakan oleh wali kelas anaknya, bahwa kemungkinan anaknya tidak bisa naik kelas karena nilai yang didapat belum mencapai target untuk kenaikan kelas. Alhasil, anaknya harus mengejar ketertinggalan nilai dengan harus giat lagi belajar.
Tentu sebagai orang tua, dia
kesal anaknya mengabaikan pelajaran sekolah, padahal selama ini fasilitas untuk
belajar daring terpenuhi, gadget maupun kuota internet untuk menunjang
lancarnya proses belajar selama pandemic. Tapi apa yang diutarakan anaknya
membuat dia sebagai ibu terdiam.






