Friday, 30 August 2019

Ketika Emak Nonton Lampung Festival Krakatau 2019

Seperti yang saya tulis pada caption postingan instagram beberapa waktu lalu, selama ini Emak (Ibu saya), hanya mendenger cerita keseruan gelaran Lampung Culture and Tapis Carnival di event Festival Krakatau itu seperti apa hanya dari mulut dan foto-foto saya saja.
Walaupun saya lahir dan besar di Lampung, namun baru di tahun 2015 lah, saya bisa melihat langsung event besar Festival Krakatau yang masuk dalam 100 Calendar of Event (CoE)nya Kementrian Pariwisata RI, saya begitu takjub dan merasa menyesal, mengapa baru sekarang bisa dan tahu betapa seru dan istimewa-nya Festival Krakatau ini. Mengapa nggak dari dulu, saat saya masih tinggal di Lampung?


Namun, samar-samar ingatan saya sebenarnya kembali ke tahun 90-an. Sepertinya saya pernah menyaksikan kemegahan acara serupa, yang sering digelar di Lapangan Saburai, Enggal, Bandar Lampung. Tempat yang penuh kenangan manis saat saya masih kecil bersama Emak, tempat membeli permen kapas yang dulu banyak sekali dijajakan di sana.
Namun baru tahun ini keinginan saya untuk membawa Emak ke Lapangan Saburai, menyaksikan kemeriahan acara Lampung Krakatau Festival 2019 ini terlaksana. Di luar rencana sebenarnya, karena kepulangan saya Agustus ini seharusnya untuk hal yang lain yang begitu penting dalam hidup saya. Namun...

Emak
Nobody know, saat ingin pulang kemarin, sepanjang perjalanan saya menangis. Terus bertanya-tanya, Allah mengapa harus saya? Tapi it's oke. Karena kita nggak bisa melawan takdir. Jika Allah menghendakinya, semuanya bisa terjadi, apapun. Kita cuma bisa berencana, tapi Allah SWT lah yang menentukan semuanya. Dan saya nggak pernah menyesal, setelah menyadari ternyata Allah benar-benar punya rencana lain, tangisan itu diganti dengan kebahagiaan yang lebih membuat saya menangis, yang justru nggak pernah saya sangka sebelumnya. Well, Menikmati Festival Krakatau untuk Tapis Karnival bareng Emak ini seperti self healing buat saya. 

Ok, sudah curhatnya, back to ngomongin Festival Krakatau. Hehe

Dan, Alhamdulillah, Emak juga bahagia diajak melihat event besar yang ada di Lampung ini. Emak pun berasa nostalgia, bisa ke Saburai kembali, melihat warna warni keindahan dari beragam pakaian adat daerah di Indonesia. Tapis Tapis cantik dari rajutan tangan-tangan yang mencintai karya seni, budaya dan sejarah. Pawai budaya yang terus dilakukan untuk mengenalkan keberagaman budaya yang ada di Lampung menjadi daya tarik dan nggak boleh dilewatkan dalam event Lampung Krakatau Festival setiap tahunnya. Yang tahun ini mengangkat tema Urban Etnik.


Sangat suka, walau tak semua rangkaian acaranya saya ikuti seperti tahun lalu, tapi untuk karnaval tahun ini terasa lebih berwarna, walau tak semeriah tahun-tahun sebelumnya (menurut saya). Penampilan peserta karnaval lebih berani mengekspresikan imajinasi dalam mengenalkan keindahan beragam motif dan jenis Tapis yang menjadi kebanggaan warga Lampung.

Buat saya sendiri, Lampung Krakatau Festival ini seperti candu, rasanya tak pernah puas ingin terus bisa melihat, dan menyaksikan perubahan sejarah yang ada di Lampung, terutama pariwisatanya yang terus berkembang. Lampung yang menyimpan keindahan alam yang tak kalah dengan daerah lain terus bergerak mengenalkan pariwisata ke dunia luar.

Ketemu temen-temen blogger Jakarta

Jadi, jika dihitung, ini ke-4 kalinya saya melihat langsung gelaran Festival Krakatau. Nggak banyak yang berubah, hanya yang terlihat tahun ini trip ke Gunung Anak Krakatau (GAK) tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Mengingat pada akhir tahun lalu GAK mengalami erupsi dan menyebabkan bencana tsunami dan membuat beberapa kerusakan di beberapa wilayah di bagian Lampung dan Banten.

Namun, kejadian tsunami oleh erupsi Gunung Anak Krakatau akhir 2018 lalu nggak pernah menyurutkan minat wisatawan untuk datang. Justu dengan peristiwa itu orang-orang semakin penasaran dengan pesona wisata Gunung Anak Krakatau. Terbukti dengan antusias peserta yang ingin mengikuti Trip Krakatau, salah satu rangkaian dalam gelaran Festival Krakatau tahun ini. Hanya saja, peserta tidak diijinkan untuk turun langsung seperti tahun lalu, karena kondisi Gunung Anak Krakatau yang sudah berubah sejak kejadian itu.

Penampilan Denting Lampung di Fest Kanikan
Yang saya lihat, dengan terus diadakannya Lampung Festival Krakatau setiap tahunnya, pariwisata Lampung semakin maju, wisatawan yang datang konon semaking meningkat.



2 comments:

  1. Akupun sangat bahagia mbak liat krakatau festival langsung plus ketemu emaknya mbak mel hihi

    ReplyDelete
  2. Serasa ikut berada disana menyaksikan beragam pertunjukan demi pertunjukan yang digelar disana ya kak.

    ReplyDelete

Terima Kasih Sudah Singgah