Thursday, 10 October 2019

Ketika Kun Saraswati Mengajak Menyelesaikan Semuanya Lewat Lagu Done

Tidak apa-apa untuk merasa sedih, yang penting adalah bagaimana kita bangkit dari kesedihan itu dan melanjutkan hidup dengan semangat baru. - Kun Saraswati

Sepertinya mudah sekali melakukan apa yang dikatakan oleh Kun Saraswati, penyanyi pendatang baru, yang baru saja mengeluarkan lagu berjudul DONE, pada Jumat, 4 Oktober 2019 lalu di Jakarta, yang menyiratkan tentang motivasi untuk menyemangati diri agar bangkit dari kesedihan setelah patah hati. Ini debut pertama Kun Saraswati, gadis manis bersuara emas yang mempunyai bakat menyanyi sejak umurnya masih 3 tahun.

Kun Saraswati
Hmm, postingan kali ini sepertinya agak berat buat saya. Karena bakalan berisi curhatan terselubung yang mungkin akan panjang. Tapi tak apa, ya? Mungkin sudah ditakdirkan, DONE hadir tepat waktu menjadi soundtrack kisah hidupku kali ini.  Lagu Done yang akan saya ceritakan dalam postingan ini pertama kali ditulis oleh Kun Saraswati pada pertengahan tahun 2016. Namun baru Agustus kemarin dijadikan sebuah karya lagu yang begitu manis untuk dinikmati, terutama oleh saya sebagai terapi untuk mengobati luka hati.
Selamat datang Kun Saraswati, saya jatuh cinta pada suaramu dan perasaanmu yang kau tuangkan pada lirik lagu Done.

Tapi gimana caranya? Ketika mendengarlan lagu Done milik Kun Saraswati ini justru saya sedang patah hati yang begitu dalam, yang ketika menuliskan postingan ini pun saya tidak bisa berhenti untuk menangis mengingat semua yang baru saja terjadi? Ternyata tak semudah itu memang, tapi saya akan membiarkan waktu yang menjawabnya.

Kali pertama mendengar judul lagu Kun Saraswati di youtube, saya melihat jam, hampir tengah malam. Tak ada lagi suara-suara tetangga yang bercengkerama seperti biasanya. Hanya angin yang terus berhembus tenang, seperti ingin mengantarkan pesan, bahwa hujan belum akan datang dalam waktu dekat ini. Sedangkan bumi sudah sangat membutuhkan air, sedangkan hatiku terus berbisik, kapan semua ini akan berakhir. Karena menunggu dengan harapan yang melambung tinggi itu seperti tanah yang merindukan tetesan air tercurah dari langit.


Lirik musik Kun Saraswati yang langsung melekat dalam ingatan, malam itu sembari melihat langit berwarna kelabu dari jendela di samping meja kerja. Saya tulis pesan pada seorang teman, "Mengapa manusia berubah, tapi kenangan tidak?" Dan mengapa semua terasa menyakitkan saat ini?

Hari ini, enam hari setelah saya mendengar langsung suara Kun Saraswati dalam launching night yang dihadiri sahabat, keluarga dan teman-teman Kun yang lainnya. Malam yang syahdu dengan lampu yang temaram. Kun Saraswati memperdengarkan beberapa lagu, sebelum akhirnya DONE menutup perjumpaam malam itu.

Kun, saya ingin bercerita tentang kamu terlebih dahulu sore ini, boleh?

Kun Saraswati, atau yang biasa dipanggil Andini oleh orang-orang terdekatnya, sejak umur 5-9 tahun sudah mempelajari musik dengan mengikuti les piano dan belajar gitar sendiri secara otodidak. Kun juga sering ikut kompetisi bernyanyi ternyata. Di usia 18 tahun atau ketika Kun Saraswati masuk kuliah, bakat menyanyi nya mulai semakin diasah , dengan masuk Fakultas Ilmu Seni Musik di Universitas Pelita Harapan, sesuai dengan jenis musik dan bakat yang Ia miliki, Jazz and Pop Music Performance, major vokal. Tak hanya berbakat di musik, Kun Saraswati juga suka memasak dan menjadi make-up artist yang sekarang menjadi pekerjaan sampingannya. Wow.

Kun Saraswati dan Keluarga
DONE, judul lagu Kun Saraswati, yang sekarang sudah bisa kita nikmati di semua platform penyedia layanan streaming musik ini ditulis Kun karena terinspirasi dari pengalamannya sendiri. Walau ditulis menggunakan Bahasa Inggris, lirik musik Kun Saraswati tetap bisa dinikmati seluruh penikmat musik lagu Indonesia.
Seperti saya yang sedang kecewa saat ini, Kun Saraswati menulis Done juga dalam keadaan seperti itu. Hanya saja, DONE ditulis untuk mengajak orang-orang seperti saya tak usah lagi berlarut-larut dalam kesedihan. Nggak usah takut untuk menyudahi sesuatu yang membuat kita tak berkembang dalam kehidupan. Jangan sedih jika apa yang kita bayangkan tak sesuai harapan. Sedih dan kecewa itu sifat manusia. Tapi bagaimana kita bangkit dan memulai sesuatu yang baru dengan semangat baru.

Tapi, Kun...

Bagaimana dengan hatiku?
Sebentar, saya akan meresapi lirik lagu Kun Saraswati ini sejenak, yang serupa perasaanku sekarang. Seperti terlampiaskan dan ingin sekali menyampaikan kepada situasi saat ini, DONE, selesai. Tapi, saya masih butuh waktu, tidak untuk hari ini..

take me with you or let me be with you
but if we knew, i’m trynna forget you
what did i do? i’m feeling so pale blue
this felt so true, but how about you?

Tiga bulan sebelum ini. Langit begitu cerah malam itu, tapi saya tak begitu percaya. Secangkir Kopi hitam tanpa gula dan Teh Chamomile yang menenangkan rasa. "Aku mau ketemu Ibu Kamu, boleh?" Sebuah permintaan yang mendebarkan rasa. Waktu terus berjalan, terencana dan indah. Sangat indah dalam hidup saya tahun ini. Harapan melambung tinggi dan cepat. Berirama seperti lagu-lagu orang yang sedang jatuh cinta.

Raining from pexel
The sky starts raining, but my heart keeps tracing
the storms are raging, but my heart keeps falling

i’m clinging on to you, just tell me it’s not true that violets are not blue
i’m clinging on to you, just tell me it’s not true and there is no i love you

Hingga suatu hari di awal bulan Agustus, hari yang seharusnya saya menyeberangi Selat Sunda bersamanya, bertemu Ibu dan merencanakan sesuatu yang lebih jauh. "Aku ragu, boleh minta waktu?" pesan itu seperti pisau yang menggores hati, pelan sekali. Sangat pelan, sampai terasa tak begitu membekas dalam. Saya gelisah, menunggu waktu.

im broken in two, im drowning in deep blue
My feelings for you, has drowned with me too

The sky starts raining, but my heart keeps tracing
the storms are raging, but my heart keeps falling

i’m clinging on to you, just tell me it’s not true that violets are not blue
i’m clinging on to you, just tell me it’s not true and there is no i love you
what i’m gonna do, tell me what i’m gonna do...

Hari-hari semakin dekat untuk bertemu Ibu, Agustus sebelum Festival terbesar di Lampung itu memberiku semangat baru. Tapi tak juga ada pertemuan untuk membuatnya terlihat jelas. Saya pulang, bukan seperti yang diharapkan, saya pulang untuk Ibu, membawa kecewa, membawa banyak air mata... what i’m gonna do, tell me what i’m gonna do... apa yang harus saya katakan kepada Ibu? 

i’m clinging on to you, just tell me it’s not true that violets are not blue
i’m clinging on to you, just tell me it’s not true and there’s no i love you

Saya tetap menunggu, tapi hari ini, pagi sekali.. saya melihat postingan terbaru instagram dari orang itu, 20 hari yang lalu dengan hastag lamaranku, tapi bukan denganku. Bukan dengan saya yang dia beri harapan palsu. Gila, nggak tuh?

but if we knew, i’m done with you

Yes, i'am done with you. Tapi biarkan saya, berikan saya waktu untuk menyelesaikan perasaan sakit ini, jangan halangi saya untuk bersedih, hari ini saja.

Kun, usiamu masih begitu muda, 21 tahun untuk memulai karirmu yang baru sebagai penyanyi, yang memberikan warna baru dari musik dan lagu Indonesia, beda jauh dengan saya, tapi karya musikmu, pesan dalam lirik lagumu mampu menembus segala usia. Semoga semangat yang kau tulis dalam DONE ini, membawa banyak lagi karya-karya  lainnya.

Saya ada di sini bersama penggemar Kun Saraswati
Kun, jika sudah sembuh, saya janji akan menuliskannya lagi untukmu. Tenang, sedih ini nggak akan lama. Saya percaya itu. Terima kasih untuk lagumu yang begitu indah, memberi semangat di kala saya tak tau harus mengatakan apa. Postingan ini akan menjadi self healing buat saya. Terserah kamu atau orang-orang mau bilang apa.

This is DONE - Kun Saraswati


2 comments:

  1. Semangat, Kak Meli! Gapapa nikmati dulu aja sedihnya, sampai tuntas dan gak bersisa. :)

    ReplyDelete

Tinggalkan Jejakmu